30 Komiser Ikuti Pelatihan Marshal Balap Sepeda

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Meskipun terkesan sepele, namun fungsi marshal amat penting dalam gelaran balap sepeda. Secara umum, tugas marshal adalah, membantu pebalap jika terjadi kecelakaan. Tak hanya membantu pebalap, mereka juga akan membersihkan lintasan usai insiden agar bisa digunakan kembali.

Marshal  memiliki tugas penting, dengan peran yang berbeda-beda disetiap balapan.
Begitu pula dengan komiser yang berperan penting dalam setiap even,” kata Kadisporasu Tuahta Ramajaya Saragih saat membuka pelatihan Komiser dan Marshal di Medan, Kamis (13/10/2022) kemarin.

Kegiatan penataran yang digelar Disporasu tersebut, melibatkan 30 komiser dan marshal yang berlangsung dari 13 hingga 17 Oktober lusa.

Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Disporasu Budi Syahputra SPd MSi, Kabid Sarana, prasarana dan Kemitraan Syahrudin, Kasi Standarisasi Maimun Zein SPd, para narasumber dari PB ISSI, yakni Pratomo Setyadi (instruktur MTB), Daryadi Sadmoko (Instruktur Road Race) dan Sandi Sampurno (Instruktur Motor Sport) serta Kepala Bidang Perwasitan Pengprov ISSI Sumut Ahmad Syauki Annas.

Kadisporasu, Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih, Komiser dan Marshal olahraga balap sepeda di Sumut.

Salah satu cara untuk menambah wawasan pengetahuan olahraga diperoleh melalui pelatihan, praktek langsung di lapangan dan menggali informasi melalui media cetak, visual maupun online.

“Minimnya pelatih, Komiser dan Marshal di Sumut dipandang sebagai suatu penghambat meningkatnya prestasi olahraga balap sepeda daerah ini di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dari kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan sumber daya pelatih, komiser dan marshal yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan serta pemahaman terhadap ilmu keolahragaan yang semakin berkembang khususnya teknologi keolahragaan, sehingga pembinaan balap sepeda dapat maju seiring dengan perkembangan jaman.

“Pada PON 2024 Sumut dan Aceh nanti akan menjadi tuan rumah bersama. Melihat apa yang akan kita hadapi nanti, sudah sepantasnya pelatihan seperti ini dilaksanakan. Saya sangat mengapresiasi gerak cepat Pengprov ISSi Sumut dalam menyanggupi pelatihan ini menjadi pelatihan bersertifikat nasional dan langsung mengadakan kejuaraan sebagai ajang evaluasi setelah mengikuti pelatihan,” ujar Kadisporasu.

Untuk itu Tuahta Ramajaya Saragih mengharapkan kepada para peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh.

“Bertanyalah jika tidak tahu dan diskusikanlah hal-hal yang terbaru, sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat natinya,” jelas Kadisporasu lagi.

Sementara Wakil Ketua I KONI Sumut, Prof Agung Sunarno mengatakan, salah satu tugas wasit adalah membantu meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional sehingga .wasit dituntut bekerja secara profesional.

“Para peserta yang ikut pelatihan ini sekembalinya ke daerah masing-masing tolong dilihat atlet yang potensial di daerahnya, sehingga pada pelaksanaan PON 2024, kita sebagai tuan rumah tidak hanya sebagai penonton,” kata Prof Agung Sunarno.

Sedang Ketua Panitia Pelaksana, Dra Eny Siswati mengatakan, kegiatan peningkatan standarisasi keolahragaan melalui penataran komiser dan marshal balap sepeda tingkat nasional tahun 2022 ini diikuti sebanyak 30 peserta berasal dari 10 kabupaten/kota.

“Mereka ini komiser dan marshal balap sepeda yang aktif di daerahnya serta diberi surat tugas dari Pengcab ISSI masing-masing dan mendapat rekomendasi dari Ketua Umum Pengprov.ISSI Sumut,” ungkap Eny Siswati.

Menurut Eny, kegiatan ini untuk meningkatkan standarisasi sertifikasi tenaga keolahragaan yang mempunyai kualitas dan kompetensi, sehingga akan memberikan dampak signifikan dalam perkembangan prestasi keolahragaan Nasional khususnya balap sepeda, dimana tenaga olahraga akan menjadi sebuah profesi yang terhormat dan bermartabat. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30 Komiser Ikuti Pelatihan Marshal Balap Sepeda

MEDAN, DELITIMES.ID – Meskipun terkesan sepele, namun fungsi marshal amat penting dalam gelaran balap sepeda. Secara umum, tugas marshal adalah, membantu pebalap jika terjadi kecelakaan. Tak hanya membantu pebalap, mereka juga akan membersihkan lintasan usai insiden agar bisa digunakan kembali.

Marshal  memiliki tugas penting, dengan peran yang berbeda-beda disetiap balapan.
Begitu pula dengan komiser yang berperan penting dalam setiap even,” kata Kadisporasu Tuahta Ramajaya Saragih saat membuka pelatihan Komiser dan Marshal di Medan, Kamis (13/10/2022) kemarin.

Kegiatan penataran yang digelar Disporasu tersebut, melibatkan 30 komiser dan marshal yang berlangsung dari 13 hingga 17 Oktober lusa.

Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (Kabid PPO) Disporasu Budi Syahputra SPd MSi, Kabid Sarana, prasarana dan Kemitraan Syahrudin, Kasi Standarisasi Maimun Zein SPd, para narasumber dari PB ISSI, yakni Pratomo Setyadi (instruktur MTB), Daryadi Sadmoko (Instruktur Road Race) dan Sandi Sampurno (Instruktur Motor Sport) serta Kepala Bidang Perwasitan Pengprov ISSI Sumut Ahmad Syauki Annas.

Kadisporasu, Tuahta Ramajaya Saragih mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatih, Komiser dan Marshal olahraga balap sepeda di Sumut.

Salah satu cara untuk menambah wawasan pengetahuan olahraga diperoleh melalui pelatihan, praktek langsung di lapangan dan menggali informasi melalui media cetak, visual maupun online.

“Minimnya pelatih, Komiser dan Marshal di Sumut dipandang sebagai suatu penghambat meningkatnya prestasi olahraga balap sepeda daerah ini di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dari kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan sumber daya pelatih, komiser dan marshal yang memiliki wawasan ilmu pengetahuan serta pemahaman terhadap ilmu keolahragaan yang semakin berkembang khususnya teknologi keolahragaan, sehingga pembinaan balap sepeda dapat maju seiring dengan perkembangan jaman.

“Pada PON 2024 Sumut dan Aceh nanti akan menjadi tuan rumah bersama. Melihat apa yang akan kita hadapi nanti, sudah sepantasnya pelatihan seperti ini dilaksanakan. Saya sangat mengapresiasi gerak cepat Pengprov ISSi Sumut dalam menyanggupi pelatihan ini menjadi pelatihan bersertifikat nasional dan langsung mengadakan kejuaraan sebagai ajang evaluasi setelah mengikuti pelatihan,” ujar Kadisporasu.

Untuk itu Tuahta Ramajaya Saragih mengharapkan kepada para peserta agar dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh.

“Bertanyalah jika tidak tahu dan diskusikanlah hal-hal yang terbaru, sehingga dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat natinya,” jelas Kadisporasu lagi.

Sementara Wakil Ketua I KONI Sumut, Prof Agung Sunarno mengatakan, salah satu tugas wasit adalah membantu meningkatkan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional sehingga .wasit dituntut bekerja secara profesional.

“Para peserta yang ikut pelatihan ini sekembalinya ke daerah masing-masing tolong dilihat atlet yang potensial di daerahnya, sehingga pada pelaksanaan PON 2024, kita sebagai tuan rumah tidak hanya sebagai penonton,” kata Prof Agung Sunarno.

Sedang Ketua Panitia Pelaksana, Dra Eny Siswati mengatakan, kegiatan peningkatan standarisasi keolahragaan melalui penataran komiser dan marshal balap sepeda tingkat nasional tahun 2022 ini diikuti sebanyak 30 peserta berasal dari 10 kabupaten/kota.

“Mereka ini komiser dan marshal balap sepeda yang aktif di daerahnya serta diberi surat tugas dari Pengcab ISSI masing-masing dan mendapat rekomendasi dari Ketua Umum Pengprov.ISSI Sumut,” ungkap Eny Siswati.

Menurut Eny, kegiatan ini untuk meningkatkan standarisasi sertifikasi tenaga keolahragaan yang mempunyai kualitas dan kompetensi, sehingga akan memberikan dampak signifikan dalam perkembangan prestasi keolahragaan Nasional khususnya balap sepeda, dimana tenaga olahraga akan menjadi sebuah profesi yang terhormat dan bermartabat. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *