Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Adei Johan Banurea SP MP mengadakan rapat koordinasi dengan Manajemen PT Parna Raya, offtaker pembangunan 'food estate' di Kabupaten Pakpak Bharat.

Solusi Inovatif Food Estate Berlanjut, Bupati Pakpak Bharat Rakor dengan Pihak Offtaker

PAKPAK BHARAT, DELITIMES.ID – Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Adei Johan Banurea SP MP mengadakan rapat koordinasi dengan Manajemen PT Parna Raya, offtaker pembangunan ‘food estate’ di Kabupaten Pakpak Bharat.

Rakor berlangsung, Senin (17/4/2023). di Kantor PT Parna Raya, guna menindaklanjuti hasil kunjungan lintas kementerian dan lembaga di lahan ‘food estate’ Kabupatan Pakpak Bharat pada beberapa waktu lalu.

Adei Johan Banurea SP MP menyampaikan lewat pesan elektronik WhatsApp, bahwa rakor ini adalah salah satu solusi inovatif untuk mempertahankan dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Bukan hanya jangka pendek, tetapi juga jangka menengah dan jangka panjang.

Pengembangan kawasan ‘food estate’ berbasis korporasi petani merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional hingga ke daerah. Sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan mengembangkan ‘food estate’ di berbagai daerah, diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan pangan di masa mendatang, karena pengelolaan pangan dan pertanian tidak lagi ditempuh dengan cara biasa atau konvensional, tetapi dilakukan pada skala usaha yang luas (economics of scale). Yakni, dengan penerapan inovasi teknologi serta pengembangan kelembagaan dan infrastruktur pendukung.

Pengembangan ‘food estate’ menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024 dalam rangka memperkuat dan menjaga ketahanan pangan. Serta meningkatkan kesejahteraan petani, terutama pasca-berakhirnya masa Pandemi Covid-19 dan di tengah terjadinya perubahan iklim.

Dengan pengembangan ‘food estate’, pengelolaan pertanian tidak lagi dengan cara biasa atau konvensional. Tetapi dilakukan pada skala usaha yang luas (economy of scale) dengan penerapan inovasi teknologi serta pengembangan kelembagaan dan infrastruktur pendukung.

Kabupaten Pakpak Bharat salah satu Implementasi pengembangan ‘food estate’ sejak tahun 2020. Dan direncanakan akan terus dikembangkan sampai pada tahun 2024.

‘Food estate’ adalah kawasan lumbung pangan baru di Indonesia. Urgensi pengembangan ‘food estate’ berlatarbelakang beberapa isu di tingkat nasional. Yaitu menjaga ketahanan pangan, pertambahan jumlah penduduk, dan perubahan iklim.

Pengembangan ‘food estate’ berlangsung di kawasan pertanian dengan pendekatan klaster dan multi-komoditas yang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Serta mendorong adanya perubahan peradaban petani (mindset, manajemen, dan perilaku) dalam pengelolaan pertanian. Yaitu, dari bekerja sendiri-sendiri menjadi terkonsolidasi, dari skala usaha kecil/terpencar-pencar menjadi skala ekonomi/besar. Dari penerapan teknologi konvensional menjadi teknologi modern dan digitalisasi. Dari menghasilkan produk primer menjadi produk olahan. Serta adanya rekayasa sosial untuk menggerakkan seluruh sumberdaya pertanian yang ada.

Sementara Direktur Keuangan PT Parna Raya Angkola O Siregar menyampaikan, bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti perkembangan pelaksanaan ‘food estate’ di Kabupaten Pakpak Bharat.

“Lahan awal seluas lima hektar ini akan terus kita tingkatkan dengan segera melakukan penanaman pada lahan lainnya. Kita akan terus mempercepat seluruh prosesnya, termasuk dengan menerapkan teknologi terbaru yang kita punya dalam pelaksanaan ‘food estate’ ini,” katanya. (ALY)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini