Sampaikan P-APBD 2023, Walikota Medan Sebut Pendapatan Naik 0,33%, dan Belanja Turun 0,32%

MEDAN, DELITIMES.ID – Walikota Medan, Bobby Nasution, menyampaikan penjelasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran (TA) 2023 sebesar Rp7,294 triliun lebih atau bertambah 0,33% dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan, Selasa (22/8).

Sidang paripurna dipimpin Ketua DPRD Medan, Hasyim didampingi Wakil Ketua, Ihwan Ritonga, Rajudin Sagala dan T. Bahrumsyah. Hadir saat itu Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman, Sekda Wiriya Alrahman, para anggota DPRD Kota Medan, Sekretaris DPRD Kota Medan Muhammad Ali Sipahutar serta sejumlah pimpinan OPD Pemkot Medan. 

Adapun struktur P-APBD TA 2023 yang disampaikan meliputi pendapatan daerah di rencanakan sebesar Rp7,294 triliun lebih atau bertambah 0,33% dari sebelum perubahan sebesar Rp7,271 triliun lebih. 

Belanja daerah direncanakan sebesar Rp7,84 triliun lebih atau turun 0,32% dari sebelum perubahan sebesar Rp7,86 triliun lebih serta pembiayaan netto menjadi Rp548,5 miliar dari sebelum perubahan sebesar Rp597,8 miliar. 

Penurunan belanja daerah, kata Bobby, pada dasarnya disebabkan atas koreksi terhadap penerimaan pembiayaan. Namun demikian, alokasi belanja daerah tetap dapat di prioritaskan untuk memperluas capaian target kinerja di bidang infrastruktur jalan/drainase dan tanah/bangunan pendukung kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan. 

Berdasarkan rancangan Perubahan APBD TA 2023 yang disampaikan, Bobby berharap kapasitas fiskal Pemko Medan tahun 2023 tetap dapat cukup baik, sehingga kebutuhan fiskal daerah untuk penyelenggaraan pemerintah daerah, baik urusan wajib maupun urusan pilihan dapat terpenuhi secara optimal. 

Bobby menyampaikan, masalah dan tantangan pembangunan kota cenderung semakin berat dan kompleks, karena selalu di pengaruhi lingkungan strategis Kota Medan secara keseluruhan. 

Untuk itu, Bobby berharap eksekutif dan legislatif mampu merumuskan kerangka regulasi maupun kerangka anggaran dalam APBD yang semakin efektif melalui prinsip-prinsip efesiensi, efektivitas, berdaya guna dan berhasil guna serta selaras dengan visi misi dan prioritas pembangunan kota yang sudah ditetapkan dalam RPJMD. 

Di samping itu, sebut Bobby, keberhasilan pengelolaan APBD juga akan dipengaruhi semangat kolaborasi, kemitraan dan partisipasi luas seluruh stakeholder kota. Hal ini harus mampu terus ditumbuhkembangkan, terutama dalam pendekatan dan cara kerja pembangunan kota. 

“Kiranya kolaborasi dan kemitraan serta pola hubungan eksekutif dan legislatif dapat terus kita kembangkan semakin baik dan lebih produktif, sebagai cerminan pokok untuk mewujudkan secara bersama-sama peningkatan kesejahteraan masyarakat kota secara berkelanjutan,” harap Bobby. 

Di akhir penjelasannya, Bobby meminta Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dapat kembali bersama-sama melakukan pembahasan lebih lanjut, sehingga persetujuan bersama P-APBD TA 2023 dapat di lakukan tepat waktu, agar nantinya semua OPD memiliki waktu yang cukup untuk melaksanakan P-APBD secara lebih optimal, sehingga menghasilkan sasaran kinerja yang dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat secara langsung. 

Usai penyampaian penjelasan, selanjutnya pimpinan sidang, Hasyim menyampaikan DPRD Kota Medan kembali akan melanjutkan sidang paripurna pada pekan depan dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi atas penjelasan Walikota Medan terhadap P-APBD TA 2023. (TS)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini