MEDAN, DELITIMES,ID – Menyusul aksi ribuan massa yang menolak Surat Edaran Wali Kota Medan, muncul ancaman ‘sweeping’ terhadap pedagang babi oleh kelompok tertentu.
Menanggapi hal ini, para tokoh maupun aktivis yang menginisiasi aksi damai tolak surat edaran pun beraksi. Mereka minta aparat kepolisian khususnya Polrestabes Medan untuk menjamin dan memastikan keamanan para pedagang babi dari segala bentuk intimidasi maupun gangguan oleh segelintir pihak mengatasnamakan ormas Islam.
Menurut mereka, hal ini sangat perlu, guna menjaga ketertiban umum serta menjamin hak warga negara dalam menjalankan usaha secara aman dan nyaman.
Demikian antara lain disampaikan para tokoh maupun aktivis penggerak penolakan surat edaran dimaksud, yakni, Ketua Umum HBB Lamsiang Sitompul SH MH, bersama Dr Murniati Lumbantobing SE MSi., Michael Siregar, dan Trinov Sianturi.SH.
Mereka menegaskan bahwa negara harus hadir dalam melindungi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi. Mereka menilai tindakan intimidatif yang dilakukan oleh oknum tertentu berpotensi memicu keresahan serta mengganggu kerukunan antarumat beragama di Kota Medan.
“Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mencari nafkah. Aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap segala bentuk premanisme dan intoleransi,” tegas Lamsiang.
Pernyataan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan komitmen sebelumnya yang disampaikan Kapolrestabes Kota Medan Calfin Simanjuntak. Di mana Kapolrestabes medan berjanji akan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menindak tegas pihak-pihak yang mencoba mengganggu stabilitas kota.
Terlarang
Selain itu, Lamsiang juga minta aparat terkait untuk mengusut tuntas munculnya simbol mirip atribut ormas yang sudah dibubarkan dan dinyatakan terlarang. Dia mempertanyakan, ada apa, kok ada simbol mirip atribut ormas terlarang muncul dalam sebuah aksi penandatanganan mendukung surat edaran.
“Kita tidak ingin mengatakan, bahwa Pemko Medan mendukung ormas tersebut. Sebab bisa saja itu tidak berhubungan dengan Wali Kota Medan. Tapi, saya kira, ini juga harus jelas. Apakah tujuan mereka semata-mata hanya ingin menghentikan pedagang babi, atau ada agenda lainnya? Kenapa bisa simbol yang mirip atribut ormas yang sudah dibubarkan mereka munculkan? Apa tujuan mereka? Siapa sebenarnya mereka? Saya kira ini pun harus jadi perhatian serius seluruh aparat terkait,” tegasnya.
Di akhir statemen, HBB bersama elemen lainnya berharap, aparat kepolisian dapat menjalankan tugasnya secara profesional dan proporsional, demi menjaga situasi Kota Medan tetap kondusif serta memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman masyarakat. (DT-JTH)
























