Sekretaris Daerah BEM Nusantara Sumut Munawar Kholil Nur Tegaskan “Aliansi BEM Sumut Tidak Ada”, Publik Diminta Waspadai Klaim Mengatasnamakan BEM

MEDAN, DELITIMES.ID — Sekretaris Daerah BEM Nusantara Sumatera Utara, Munawar Kholil Nur, menegaskan bahwa tidak terdapat wadah atau aliansi yang secara resmi bernama “Aliansi BEM Sumut” apabila tidak dibentuk melalui proses konsolidasi dan kesepakatan organisasi yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk penegasan terhadap pentingnya menjaga etika representasi dalam gerakan mahasiswa. Menurutnya, nama BEM maupun nama aliansi mahasiswa tidak seharusnya digunakan untuk menyampaikan sikap, tuntutan, maupun pernyataan politik tanpa adanya mandat dan persetujuan dari organisasi yang bersangkutan.

Stop Klaim Sepihak

Munawar menilai, penggunaan istilah “Aliansi BEM Sumut” harus memiliki dasar yang terang. Publik berhak mengetahui siapa saja organisasi yang tergabung, siapa yang memberikan mandat, kapan konsolidasi dilakukan, serta apa dasar kesepakatan yang melahirkan aliansi tersebut.

“Kami tegaskan, Aliansi BEM Sumut tidak ada. Jangan ada pihak yang kemudian menggunakan atau mengklaim nama BEM Sumut secara sepihak tanpa adanya konsolidasi dan mandat yang jelas,” tegas Munawar.

Ia menambahkan, gerakan mahasiswa harus dibangun berdasarkan prinsip kolektivitas, transparansi, dan kesepakatan bersama. Mengatasnamakan banyak organisasi tanpa mandat yang jelas dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Jangan Seret Nama BEM untuk Kepentingan Kelompok

Munawar juga mengingatkan seluruh elemen mahasiswa agar tidak mudah mengklaim representasi mahasiswa Sumatera Utara. Setiap organisasi memiliki struktur, mekanisme pengambilan keputusan, serta garis perjuangan masing-masing.

Menurutnya, perbedaan sikap merupakan sesuatu yang wajar dalam dinamika gerakan mahasiswa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pihak tertentu untuk menggunakan nama organisasi lain tanpa persetujuan.

“Kalau memang ada aliansi, tentu harus jelas siapa yang bergabung dan apa dasar kesepakatannya. Jangan sampai publik dibuat seolah-olah seluruh BEM di Sumatera Utara berada dalam satu barisan, padahal tidak pernah ada kesepakatan bersama,” ujarnya.

Marwah Gerakan Mahasiswa Harus Dijaga
Lebih lanjut, Munawar menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai penggunaan sebuah nama, melainkan menyangkut legitimasi, etika organisasi, dan marwah gerakan mahasiswa.

Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa di Sumatera Utara untuk mengedepankan dialog dan konsolidasi terbuka sebelum membawa nama bersama dalam sebuah pernyataan publik.

“Jangan menjadikan nama BEM sebagai alat legitimasi kepentingan tertentu. Gerakan mahasiswa harus lahir dari keresahan dan kesepakatan bersama, bukan dari klaim sepihak,” katanya.

Munawar berharap media dan masyarakat juga dapat melakukan verifikasi sebelum menerima atau menyebarluaskan pernyataan yang mengatasnamakan “Aliansi BEM Sumut”.

Ia menegaskan bahwa setiap klaim yang membawa nama organisasi mahasiswa harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

“Kami meminta publik untuk kritis dan melakukan verifikasi. Siapa yang memberikan mandat, organisasi mana saja yang tergabung, kapan konsolidasinya, dan apa hasil kesepakatannya harus jelas. Jangan sampai nama besar gerakan mahasiswa Sumatera Utara digunakan tanpa legitimasi,” pungkas Munawar.

Munawar Kholil Nur juga mengingatkan agar nama BEM tidak dijadikan alat untuk menekan, mengancam, atau mengondisikan pihak tertentu melalui aksi demonstrasi demi kepentingan pribadi. Menurutnya, apabila terdapat pihak yang menggunakan identitas BEM untuk meminta atau menerima sejumlah uang secara pribadi dengan imbalan penghentian maupun pengondisian aksi, maka hal tersebut harus dipandang serius dan tidak boleh dibiarkan.

“Jangan jual nama BEM untuk dijadikan alat ancaman demo demi menerima pengondisian uang secara pribadi. Kalau benar ada praktik seperti itu, itu bukan perjuangan mahasiswa. Itu justru mencoreng nama baik BEM dan merusak kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa di Sumatera Utara,” tegas Munawar.

Tentang Pernyataan Ini

Pernyataan Sekretaris Daerah BEM Nusantara Sumatera Utara tersebut menjadi penegasan agar penggunaan nama “Aliansi BEM Sumut” tidak dilakukan secara sembarangan. Dinamika gerakan mahasiswa tetap harus berjalan secara demokratis, terbuka, dan menghormati otonomi masing-masing organisasi.

BEM Bukan Alat Klaim.
Gerakan Mahasiswa Bukan Milik Segelintir Orang.
Setiap Nama Harus Memiliki Mandat dan Legitimasi.

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini