Balai TNBG Dibiayai Negara Miliaran Rupiah, Pelaku PETI Pasaman Barat Terus Keruk SDA Madina

MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID – Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) di bawah Kementerian Kehutanan Republik Indonesia secara administratif berada di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Keberadaan Balai TNBG tentunya untuk melakukan penjagaan dan pengawasan terhadap Hutan Konservasi TNBG dari kerusakan ulah dari oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan rekapitulasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Tahun Anggaran 2026, Pagu Anggaran Balai Taman Nasional Batang Gadis yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) TA 2026 sebesar lebih kurang Rp 6.028.000.000,- ( Enam Miliar Dua Puluh Delapan Juta).

Namun walau demikian hingga Sabtu (24/10/2026), di beberapa kawasan hutan konservasi TNBG masih terus dijarah dan dirusak oleh Oknum-Oknum Pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), seperti halnya yang terjadi di Wilayah Aek Nabontar, dimana pelaku PETI dari Jorong Panggambiran Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat terus berleluasa melakukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat jenis excavator tanpa pernh tersentuh hukum

Sebelumnya, pada Jum’at (23/10/2026) Kepala Balai TNBG Agusman yang di konfirmasi melalui KTU Balai TNBG Herbet Aritonang telah menegaskan bahwa Balai TNBG tidak pernah memberikan persetujuan atau izin untuk memasukkan alat berat ke dalam kawasan hutan.

“Kami tidak pernah memberikan izin untuk memasukkan alat berat ke kawasan hutan TNBG, Jika ada yang mengatas namakan TNBG silahkan laporkan ke Kami langsung” Tegasnya.

Selain itu Herbet Aritonang juga menyampaikan bahwa Balai TNBG sedang mempersiapkan TIM untuk melakukan penindakan terhadap penceroboh yang memasuki dan melakukan aktivitas penambangan dalam kawasan hutan konservasi TNBG.

“Untuk penindakan saat ini Balai TNBG sedang mempersiapkan TIM, dan Kapan akan dilaksanakan masih belum bisa Kami sampaikan untuk melindungi keselamatan personil TIM di lapangan” Ungkap Herbet Aritonang mewakili Kepala Balai TNBG.

Informasi yang berhasil dihimpun dari masyarakat yang meminta identitasnya dilindungi karena alasan keselamatan, kuat dugaan sedikitnya terdapat 2 Unit excavator yang sudah beroperasi di wilayah Aek Nabontar, dan yang sedang menuju lokasi PETI masih ada 1 Unit dalam proses pergeseran ke lokasi. (Red)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini