Beredar informasi pengumpulan dana miliaran rupiah dari pihak rekanan sebelum tender mulai, guna mendapatkan rekomendasi WTP dari BPK RI.

Demi Mendapat WTP, Tim Bupati Samosir Diduga Tipu Warga Rp150 Juta

SAMOSIR, DELITIMES.ID – Setelah beberapa kali proses lelang proyek di Unit Pelayanan Barang Jasa (UPBJ) Kabupaten Samosir, akhirnya terungkap adanya pengumpulan dana miliaran rupiah dari pihak rekanan sebelum tender mulai. Dana tersebut dikutip oleh tim guna mendapatkan rekomendasi ‘Wajar Tanpa Pengecualian’ (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sumatera Utara, pada 9 Mei 2023 lalu.

Hal ini terungkap dari seorang rekanan bernama JW Simbolon kalah pada lelang proyek oleh UPBJ Kabupaten Samosir baru-baru ini. Padahal, ia sudah menyetorkan Rp150 juta ke rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Samosir atas permintaan Charles Sitindaon. Di mana Charles Tindaon salah satu kepercayaan Bupati di Pemkab Samosir dan menduduki posisi sebagai Tim Bupati Percepatan Pembangunan (TBPP).

Demikian pengakuan JW Simbolon seraya menunjukkan perbincangannya dengan Charles Sitindaon dalam pesan WhatsApp di HP-nya. Ia mengungkapkannya kepada wartawan di salah satu warung makan di Pangururan, Samosir, Senin (10/7/2023).

Sebelum tanggal 9 Mei 2023, Benedictus Gultom, teman Carles Sitindaon sejawatnya di TBPP, menghubungi JW Simbolon. Mereka bertemu di salah satu tempat di Rianiate, Kecamatan Pangururan.

Menurut JW Simbolon, saat itu Benedictus Gultom meminta dia agar membantu untuk membayar Tuntutan Ganti Rugi (TGR) Pemkab Samosir atas LHP BPK RI. Yakni, pengembalian yang terjadi akibat kelalaian aparatur Pemkab Samosir dalam mengelola anggaran.

Tambah JW Simbolon, kemudian Benedictus Gultom mengatakan kepadanya untuk bicara dengan Carles Sitindaon tentang proyek apa yang akan diberikan kepadanya.

Lebih lanjut ia jelaskan, tanggal 9 Mei 2023 itu adalah batas terakhir pembayaran TGR hasil pemeriksaan BPK, supaya Pemkab Samosir mendapatkan rekomendasi penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada hari itu, beberapa pejabat dan orang di lingkaran Bupati Samosir berupaya mengumpulkan dana untuk disetor ke Bendahara Kas Umum Daerah. Pada hari itulah, JW Simbolon mentransfer Rp150 juta ke Bank Sumut, rekening RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) Kabupaten Samosir.

Awalnya, Carles Sitindaon menghubunginya pada pagi hari itu, 9 Mei 2023, untuk menindaklanjuti pembicaraan sebelumnya dengan Benedictus Gultom. Kemudian, pada pukul 08.42, Carles Sitindaon mengirim pesan WhatsApp berisikan nomor rekening Kas Umum Daerah Kabupaten Samosir. “Langsung transfer ke rekening Bank Sumut. Kirimlah 500 juta. Bukti transfer kirimkan ke saya agar kusampaikan ke keuangan,” demikian pesan Carles Sitindaon di HP JW Simbolon yang ia tunjukkan pada wartawan.

Carles juga menyampaikan agar dalam keterangan pengiriman ditulis “TGR BPK”. JW Simbolon membalas dengan “OK.” Selanjutnya JW Simbolon menyuruh rekannya di Medan mentransfer Rp150 juta.

Selain nomor rekening, JW Simbolon juga menunjukkan pesan Carles Sitindaon yang mengirimkan, daftar paket PUTR dan berkas PUTR bertanda tangan Plt Kadis PUTR Rudimantho Limbong.

Carles Sitindaon juga menyampaikan dalam pesannya bahwa bukti transfer tersebut adalah salah satu cara menunjukkan kepada Bupati bahwa mereka telah memberikan bantuan.

Namun, apa yang dialami oleh JW Simbolon, air susu dibalas dengan air tuba. Tak satu pun proyek yang dijanjikan itu diberikan kepada Hamonangan Simbolon, meskipun ia sudah membantu Pemkab Samosir sebesar Rp150 juta. Yakni, membayar Tuntutan Ganti Kerugian (TGR) akibat kelalaian aparatur Pemkab Samosir dalam mengelola anggaran. Ia tetap dikalahkan dalam semua proses lelang yang diikuti sesuai petunjuk yang diterimanya.

Selain kerugian Rp150 juta yang masuk ke rekening Bendahara Keuangan Daerah Kabupaten Samosir, JW Simbolon juga mengalami kerugian biaya operasional, waktu, dan pikiran selama mengikuti peoses lelang proyek.

Akibat kejadian tersebut, JW Simbolon merasa ditipu karena menurutnya tidak ada satu pun yang bertanggung jawab atas uang yang ia transfer ke rekening RKUD tersebut.

“Saya tak habis pikir apa maksud mereka ini. Tidak ada kecurigaan saya kalau mereka ternyata mau menipu saya. Sebab mereka orang-orang profesional. Ada dosen, ada pengacara, Kepala Dinas PUTR, Kepala UPBJ. Bahkan Bupati juga tahu. Sebab bukti transfer itu saya kirimkan melalui WhatsApp ke Bupati,” kata JW Simbolon.

Wartawan mencoba mengonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebutkan JW Simbolon. Antara lain Benedictus Gultom yang saat dihubungi wartawan melalui jaringan selulernya pada 11 Juli 2023, tidak membantah juga tidak membenarkan soal uang Rp150 juta tersebut. Namun, ia tidak memberikan penjelasan. Hanya mengatakan, “Nanti kita bicarakan.”

Plt Kadis PUTR Rudimantho Limbong kepada wartawan, 11 Juni 2023 mengatakan, bahwa ia baru mengetahui uang yang ditransfer JW Simbolon ke RKUD. Soal siapa pemenang tender, ia mengatakan sepenuhnya urusan panitia lelang.

Carles Sitindaon (Tim Bupati Percepatan Pembangunan Kabupaten Samosir), belum memberikan tanggapan, meskipun wartawan sudah berusaha mengonfirmasi kepadanya. Pada 12 Juli 2023, wartawan menghubungi Carles Sitindaon melalui seluler, namun tidak ada jawaban. Kemudian lewat pesan WhatsApp, wartawan mencoba menanyakan informasi mengenai permintaan transfer uang sebesar Rp500 juta tersebut. Tetapi Carles Sitindaon tidak membalas, walaupun berdasarkan info di WhatsApp pesan tersebut sudah terbaca.

Demikian juga Bupati Samosir Vandiko Timoteus Gultom, belum menjawab pesan WhatsApp dari wartawan, walaupun pesan tersebut sudah centang biru.

Merasa sudah tertipu oleh sekelompok orang-orang kepercayaan Bupati, akhirnya JW Simbolon pun melapor ke Polres Samosir. Manatahu uang yang sudah terlanjur ia transfer ke Rekening Kas Umum Daerah Kabupaten Samosir, bisa kembali lagi.

“Kejadian yang saya alami ini tak salah disebut orang dekat Bupati Samosir menipu saya untuk membayar TGR. Supaya Pemkab Samosir mendapat Penilaian Wajar Tanpa Pengecualian,” tandasnya.

Benedictus Gultom saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp membalas, “Horas Lae. Mengenai hal tersebut untuk sementara no coment dulu Lae. Tapi mengenai pemberitaan Lae itu terkait judul beritanya sangat tidak tepat Lae. Tidak ada TBPP menipu orang. Jangan diframing beritanya sepihak Lae dengan memberitakan sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Tks.”

Namun ketika wartawan mempertegas apakah Carles Sitindaon dan Benedictus Gultom tidak Tim Bupati Percepatan Pembangunan Pemkab Samosir, Benedictus tidak membalas. (RED)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini