DELITIMES.ID – Sempat berkelana mengadu nasib di Jakarta, DJ Alif Albrein kembali ke Medan dengan membawa visi membangun positive vibes pecinta musik khususnya anak-anak muda di kota kelahirannya.
Disc jockey muda kelahiran September 1999 ini ingin menyuguhkan suasana baru di panggung-panggung live music Kota Medan terutama di cafe-cafe, yang selama ini banyak diisi genre band akustik.
Ditemui di sela mengisi acara di Trixie Cafe Jalan Beo Sei Sikambing Medan, baru-baru ini, Alif mengungkapkan keinginannya tersebut dengan perwujudan tampilan segar melalui kombinasi lagu-lagu terbaik termasuk me-remix lagu Indonesia.
Dengan beat-beat yang dia kemas melalui twin table-nya, meluncur sejumlah single populer Indonesia baik masa kini atau dari rra 90-an.
“Selain ingin memperkenalkan diri, di benak saya juga ada keinginin mengembangkan genre musik ini ke anak-anak Muda di Medan yang banyak nongkrong di cafe-cafe dengan sajian live music,” katanya.
Menurutnya, di Medan banyak cafe kelas UMKM middle, yang menyuguhkan vibes atau aura genre melalui band akustik.
Dia pun hadir, dengan menyisipkan ramuan musik yang dioperatori oleh seorang disc jockey.
“Saya ingin membangun positive vibes anak muda Medan, serta mendongkrak popularitas genre musik ini, tentunya dengan kemasan yang menurut saya akan bisa lebih diterima,” kata Alif.
Selain menyuguhkan lagu-lagu Barat, Alif juga mengangkat lagu pop Indonesia, bahkan mencoba music religi yang dipadu beat yang disenangi anak-anak muda seusianya.

Putra dari pasangan Benny Yudi Purnama dan Renny ini pun ingin memiliki bentuk usaha mandiri dengan memperkenalkan alat musik yang dikenal dengan twin table itu kepada warga Kota Medan, dan menunjukkan jatidiri bahwa seorang DJ itu adalah seniman.
Dia pun sedikit berkisah, awal mula dia berkarir di Medan berangkat dari suatu tempat di pojok Sunggal, yang bernama Haban Cafe and Resto.
Hingga kini Alif pun tampil reguler di sana, selain berkesempatan sesekali tampil di cafe lain.
Bagi Alif, sebagai seniman DJ, meramu dan menyatupadankan suatu lagu itu butuh effort, karena operator harus mengenali body language yang penontonnya sebagai efek dari ramuan lagunya.
Maka hal ini akan membentuk chemistry dan menaikan mode atau semangat seseorang.
“Kita ketahui bersama, musik itu dapat membangkitkan semangat, terkhusus kawula muda yang selalu berdampingan dengan musik,” katanya.
Langkah Alif untuk keliling mencari cafe-cafe lain dengan menyesuaikan vibes-nya belum akan berhenti, sampai dia bisa menemukan tempat-tempat di mana penikmat musiknya sudah akrab dengan genre musik tersebut. (ehm)














