JAKARTA, DELITIMES.ID – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan, mereka siap, berapa pun ambang batas parlemen. Mereka tidak masalah jika ambang batas parlemen dinaikkan jadi 5 persen dalam Pemilu 2029.
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pembina PSI. “Mau berapa pun ya monggo, kami ikut dan kami siap, kita akan fight sama-sama,” kata Grace usai menonton Film ‘Istimewa’ bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarap dan jajaran di Jakarta Pusat, dikutip dari Kompas, Senin (5/10/2026).
Grace mengemukakan, kesiapan itu sebelumnya juga sudah disampaikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo yang diketahui sudah bergabung dengan PSI setahun lalu. Ia pun tidak setuju jika kenaikan ambang batas dikategorikan sebagai penjegalan.
“Saya pikir kalau PT (parliamentary threshold) itu bukan soal jegal-menjegal ya, tetapi kalau PT kita semakin tinggi, realitanya kan adalah ‘barrier to entry’ itu makin besar,” tutur dia.
Meski, pihaknya lebih setuju dengan konsep ambang batas fraksi alih-alih parlemen. Akan tetapi mengingat partai tempatnya bernaung bukan termasuk partai parlemen, pihaknya akan mengikuti keputusan yang diatur pembuat UU.
“Dari dulu-dulu sebenarnya kami lebih setuju dengan konsep fraksi threshold agar tidak ada suara yang terbuang. Tetapi kalau memang yang membuat aturan kan yang di dalam, kita kan bukan yang membuat peraturan hanya bisa ngikutin saja,” jelas Grace.
Sebelumnya diberitakan, Jokowi meminta kader PSI agar tidak menjadikan ambang batas parlemen sebagai beban. Menurut dia, target PSI tidak hanya sekadar bisa masuk ke Senayan.
“Target kita bukan hanya masuk Senayan,” tegas Jokowi.
Ia menyebut besaran parliamentary threshold bisa saja berada di angka 5 hingga 8 persen. Namun, Jokowi menilai hal tersebut tidak boleh membuat kader berhenti bekerja.
“Asalkan saudara-saudara bekerja keras untuk partai, strukturnya aktif dan bekerja, hidup dan bekerja. Kuncinya hanya di situ,” jelasnya. (REL)
























