JAKARTA, DELITIMES.ID – Joko Widodo (Jokowi) mengendus penumpang gelap di isu ijazah anak sulungnya, yang merupakan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan Jokowi menyebutkan isu ijazah Gibran merupakan operasi politik yang ditunggangi oleh penumpang gelap.
“Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi (isu ijazah Gibran) lagi, jadi ramai lagi,” ucap Presiden RI ke 7 ini, di kediamannya, Sumber, Solo, Jawa Tengah, dikutip dari viva.co.id, Sabtu (17/10/2026).
Tidak itu saja, Jokowi menyebut, polemik terkait ijazah sengaja dilontarkan untuk merusak reputasi politiknya dan juga Gibran. “Sekali lagi, ini operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang,” cetus Jokowi.
Mertua Gubernur Sumut itu juga curiga, serangan operasi tersebut menyasar dirinya dan Gibran. “Ya dua-duanya bisa,” kata dia.
Meski demikian, Jokowi mengklaim dirinya tidak terlalu mempersoalkan berbagai tudingan yang dialamatkan kepada keluarganya. “Buat saya, ya biasa saja,” kata dia.
Lebih lanjut, Jokowi juga menanggapi PAN, PKB, dan Golkar yang belum menyatakan dukungannya dengan tegas untuk Gibran sebagai Wapres di Pemilu 2029. Padahal partai-partai tersebut sudah tegas mendukung Presiden Prabowo untuk dua periode.
Soal ini, Jokowi mengatakan setiap partai memiliki hak untuk menentukan dukungan masing-masing di setiap kontestasi politik. “Harus kita hormati, karena itu adalah hak konstitusional setiap partai dan kita enggak mau mencampuri urusan internal partai,” pungkasnya. (REL)
























