Kapoldasu dan Pangdam Diminta Tertibkan PETI di Kecamatan Kotanopan Madina

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Kapolda Sumut Irjen Pol Teguh Setya Imam Efendi dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mohammad Hasan diminta segera menertibkan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat ekskavator di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

MADINA, DELITIMES.ID – Kapolda Sumut Irjen Pol Teguh Setya Imam Efendi dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mohammad Hasan diminta segera menertibkan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat ekskavator di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sebab, dampak dari aktifitas PETI di Kecamatan Kotanopan dapat merusak lingkungan. Selain itu juga menyebabkan hancurnya pengairan sawah di tiga kecamatan yang dialiri oleh Sungai Batang gadis.

Informasi yang wartawan himpun, para pelaku tambang selalu mengatasnamakan ekonomi masyarakat dan mau Lebaran agar aktifitas PETI dengan alat berat ekskavator itu bisa beroperasi. Padahal apabila masyarakat ingin mencari rezeki bisa menggunakan cara tradisional dengan mendulang.

Komitmen Kapolres Madina

Menanggapi hal ini Ketua Jaringan Masyarakat Pengamat Kepolisian Sumut Zakaria Rambe SH sangat mempertanyakan komitmen Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SIK dalam pemberantasan PETI di Kotanopan.

Sebab menurut Zakaria, tampaknya saat ini, komitmen itu seakan tak jadi ancaman lagi bagi para pelaku kegiatan ilegal tersebut.

“Buktinya hingga saat ini, kegiatan ilegal di Kotanopan masih berlangsung. Bahkan, tampaknya Kapolres Madina AKBP Arie Paloh hingga saat ini tak memiliki kekuatan untuk memberantas kegiatan ilegal yang notabene jelas merusak lingkungan,” kata Zakaria.

Zakaria Rambe SH yang juga menjabat Dewan Kehormatan Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM) ini menegaskan, seharusnya Kapolres Madina membuktikan ucapannya. Karena menurutnya, Kapolres Madina harus bisa menjaga citra baik kepolisian.

Zakaria pun menjelaskan, jika alasan menjelang Lebaran, seharusnya Kapolres tetap bersikap tegas dan tidak plin-plan terhadap penegakan hukum. Apalagi, kegiatan ilegal.

Bentuk Tim

Sementara itu Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SIK ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang tugas luar menghadiri sertijab di Polda Sumut.

Dalam pengakuannya, ia menuturkan bahwa sudah mendapatkan informasi terkait aktifitas PETI Kotanopan yang beroperasi kembali dalam beberapa hari ini. Dan untuk ini ia sudah membentuk tim.

“Terkait PETI Kotanopan ini saya udah membentuk tim. Dan sekarang akan langsung menuju lokasi penambangan,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya juga telah melengkapi Laporan Intelijen (LI) untuk mereka ajukan ke Kapolda Sumut. Dan untuk siapa nama-nama pemainnya juga sudah lengkap.

“Untuk nama-namanya pemainnya sudah saya kantongi semua,” tutupnya.

Berdasarkan informasi, saat ini puluhan alat berat kembali melakukan kegiatan ilegal di Kotanopan. Dan para pemain atau penambang ini, kuat dugaan mendapat bekingan dari oknum aparat

Selain itu, berdasarkan informasi masyarakat, kegiatan ilegal ini pun berlangsung terus-menerus, bahkan hingga malam hari. Bahkan kuat dugaan, untuk menghindari petugas, kegiatan ilegal ini tidak menggunakan penerangan. (TIM)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kapolda Sumut Irjen Pol Teguh Setya Imam Efendi dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mohammad Hasan diminta segera menertibkan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat ekskavator di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Kapoldasu dan Pangdam Diminta Tertibkan PETI di Kecamatan Kotanopan Madina

MADINA, DELITIMES.ID – Kapolda Sumut Irjen Pol Teguh Setya Imam Efendi dan Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Mohammad Hasan diminta segera menertibkan aktifitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat ekskavator di Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Sebab, dampak dari aktifitas PETI di Kecamatan Kotanopan dapat merusak lingkungan. Selain itu juga menyebabkan hancurnya pengairan sawah di tiga kecamatan yang dialiri oleh Sungai Batang gadis.

Informasi yang wartawan himpun, para pelaku tambang selalu mengatasnamakan ekonomi masyarakat dan mau Lebaran agar aktifitas PETI dengan alat berat ekskavator itu bisa beroperasi. Padahal apabila masyarakat ingin mencari rezeki bisa menggunakan cara tradisional dengan mendulang.

Komitmen Kapolres Madina

Menanggapi hal ini Ketua Jaringan Masyarakat Pengamat Kepolisian Sumut Zakaria Rambe SH sangat mempertanyakan komitmen Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SIK dalam pemberantasan PETI di Kotanopan.

Sebab menurut Zakaria, tampaknya saat ini, komitmen itu seakan tak jadi ancaman lagi bagi para pelaku kegiatan ilegal tersebut.

“Buktinya hingga saat ini, kegiatan ilegal di Kotanopan masih berlangsung. Bahkan, tampaknya Kapolres Madina AKBP Arie Paloh hingga saat ini tak memiliki kekuatan untuk memberantas kegiatan ilegal yang notabene jelas merusak lingkungan,” kata Zakaria.

Zakaria Rambe SH yang juga menjabat Dewan Kehormatan Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM) ini menegaskan, seharusnya Kapolres Madina membuktikan ucapannya. Karena menurutnya, Kapolres Madina harus bisa menjaga citra baik kepolisian.

Zakaria pun menjelaskan, jika alasan menjelang Lebaran, seharusnya Kapolres tetap bersikap tegas dan tidak plin-plan terhadap penegakan hukum. Apalagi, kegiatan ilegal.

Bentuk Tim

Sementara itu Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh SIK ketika dikonfirmasi wartawan via WhatsApp menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang tugas luar menghadiri sertijab di Polda Sumut.

Dalam pengakuannya, ia menuturkan bahwa sudah mendapatkan informasi terkait aktifitas PETI Kotanopan yang beroperasi kembali dalam beberapa hari ini. Dan untuk ini ia sudah membentuk tim.

“Terkait PETI Kotanopan ini saya udah membentuk tim. Dan sekarang akan langsung menuju lokasi penambangan,” ujarnya.

Kemudian lanjutnya juga telah melengkapi Laporan Intelijen (LI) untuk mereka ajukan ke Kapolda Sumut. Dan untuk siapa nama-nama pemainnya juga sudah lengkap.

“Untuk nama-namanya pemainnya sudah saya kantongi semua,” tutupnya.

Berdasarkan informasi, saat ini puluhan alat berat kembali melakukan kegiatan ilegal di Kotanopan. Dan para pemain atau penambang ini, kuat dugaan mendapat bekingan dari oknum aparat

Selain itu, berdasarkan informasi masyarakat, kegiatan ilegal ini pun berlangsung terus-menerus, bahkan hingga malam hari. Bahkan kuat dugaan, untuk menghindari petugas, kegiatan ilegal ini tidak menggunakan penerangan. (TIM)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *