DELITIMES.ID, JAKARTA – Setelah sempat viral di Indoesia, bahan bakar alternatif dari jerami Bobibos akhirnya akan diproduksi massal di negara tetangga Timor Leste. Masalah regulasi menjadi alasan produksi Bobibos tidak dilakukan di negeri sendiri, Indonesia.
Pembina Bobibos, Mulyadi menegaskan, inovasi ini bukan ajang cari panggung, melainkan ikhtiar nyata mencari solusi energi bersih yang terjangkau. “Ini adalah terobosan untuk bahan bakar alternatif berbasis sumber daya ramah lingkungan yang belum dimanfaatkan optimal,” kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra itu, mengutup tribun, Minggu (28/12/2025).
Bobibos, yang diklaim telah lulus uji kelayakan, emisi, dan teknis, ditekankan bukan sebagai pengganti, tetapi pelengkap sistem energi yang ada. Namun, regulasi Indonesia saat ini hanya mengakui tiga sumber bahan bakar nabati, yakni tebu, sawit, dan jagung. Jerami belum masuk daftar.
Minat Timor Leste
Kata Mulyadi, di tengah hambatan regulasi di dalam negeri, ternyata Timor Leste justru bergerak cepat. Negara tersebut telah menyiapkan regulasi khusus dan mengalokasikan lahan seluas 25.000 hektar untuk mempercepat produksi Bobibos.
“Ini bukan bentuk pengkhianatan. Bobibos adalah bahan bakar solusi dunia,” jelas Mulyadi, seraya menambahkan, Pemerintah Timor Leste bahkan sedang membahas kerja sama resmi dengan target launching produksi pada Februari 2026.
Meski peluang besar datang dari luar, Mulyadi memastikan komunikasi dengan otoritas dalam negeri tetap berjalan. Timnya telah berkoordinasi dengan Kementerian ESDM, Pertamina, hingga Lembaga Kepresidenan.
“Kami terbuka dan serius mendorong inovasi energi nasional. Semoga kehadiran Bobibos nantinya dapat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (RED)















