SPBU di Firdaus Wajibkan Beli Dexlite Baru Isi Solar, Sopir Minta Aparat Penegak Hukum Periksa

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

SERGAI, DELITIMES.ID – Sopir Mobil Colt Diesel setahun belakangan ini mengalami stres berat. Sebab, saat pengisian Minyak Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 142051139 yang berlokasi persis depan Kantor Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah,Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara (Sumut), diwajibkan membeli Dexlite sebanyak 3 Liter senilai Rp.50 ribu, setiap mobil yang ingin isi Solar.

Kebijakan pihak SPBU ini jelas menambah beban bagi para Sopir yang mengharapkan penghasilan apabila ada yang sewa.

Kebijakan yang tidak mendasar dan tidak ada ketentuan aturannya. Oleh karena sangat diharapkan pihak yang berkompeten baik itu aparat penegak hukum, pihak Pertamina yang memiliki kewenangan memberikan sanksi tegas berupa penutupan sementara dan denda yang berat kepada pengusaha SPBU.

Sanksi berat itu diberikan kepada pengusaha dengan iharapan dapat merubah kebijakan yang menambah beban bagi para sopir dan pengusaha di daerah ini.Ujar Budi salah satu Sopir Mobil Colt Diesel berdomisili di Desa Cempedak Lobang,Kecamatan Sei Rampah,Senin (1/4/2024) saat berada di SPBU Pangkalan Budiman Desa Sei Rampah, sembari meminta pihak penegak hukum lakukan pemeriksaan terhadap pengusaha SPBU.

Keluhan yang sama juga diungkapan Edi,salah seorang Sopir Mobil Colt Diesel, bahwa saat ini para sopir di Sergai sangat mengeluh dan “Menjerit” ketika mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU berlokasi depan Kantor Desa Firdaus.

Pasalnya, setiap mobil diwajibkan beli Dexlite sebanyak 3 liter, jika ingin mengisi Solar.

“Emangnya para Sopir Mobil Colt Diesel diberikan dana tambahan dari pemilik mobil dan ujung-ujungnya para sopir yang dimarahi tokeh (pengusaha) dan harus mencari SPBU lain yang jaraknya jauh.Keluh Edi.

Kami berharap Bapak Kapoldasu, Kajatisu, tolong bantu para sopir yang menderita ini. Tolong periksa pengusaha SPBU yang wajibkan Mobil Colt Diesel beli Dexlite jika ingin beli Solar.Ucapnya dengan penuh dengan harapan.

Pengusaha SPBU Nomor 142051139 di Desa Firdaus Susanto saat dihubungi via telepon seluler,Senin (1/4/2024) sekira pukul 09.50 WIB, terkait informasi setiap sopir yang mau mengisi BBM Solar wajib beli Dexlite menuturkan, benar, itu hanya kebijakan..

Tapi, bukan suatu kewajiban melainkan bentuk partisipasi saja sebanyak Rp.50 ribu bagi pengusaha yang memiliki angkutan yang banyak. Kebijakan ini hanya ditujukan kepada pengusaha, bukan pemilik mobil pribai.

“Kebijakan itu diterapkan sebut Susanto yang akrab disapa Anto, karena Dexlite di SPBU ini tidak lagu dan mobil berplat merah juga minim beli Dexlite. Jadi, mau tidak mau diambil kebijakan semacam minta partisipasi kepada para penguhasa agar membeli Dexlite setiap pembelian Solar. Nah, terkait dasar aturan menjadi acuan,diakuinya tidak ada.

“Itu hanya bentuk partisipasi saja.Jelas. (red)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SPBU di Firdaus Wajibkan Beli Dexlite Baru Isi Solar, Sopir Minta Aparat Penegak Hukum Periksa

SERGAI, DELITIMES.ID – Sopir Mobil Colt Diesel setahun belakangan ini mengalami stres berat. Sebab, saat pengisian Minyak Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 142051139 yang berlokasi persis depan Kantor Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah,Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara (Sumut), diwajibkan membeli Dexlite sebanyak 3 Liter senilai Rp.50 ribu, setiap mobil yang ingin isi Solar.

Kebijakan pihak SPBU ini jelas menambah beban bagi para Sopir yang mengharapkan penghasilan apabila ada yang sewa.

Kebijakan yang tidak mendasar dan tidak ada ketentuan aturannya. Oleh karena sangat diharapkan pihak yang berkompeten baik itu aparat penegak hukum, pihak Pertamina yang memiliki kewenangan memberikan sanksi tegas berupa penutupan sementara dan denda yang berat kepada pengusaha SPBU.

Sanksi berat itu diberikan kepada pengusaha dengan iharapan dapat merubah kebijakan yang menambah beban bagi para sopir dan pengusaha di daerah ini.Ujar Budi salah satu Sopir Mobil Colt Diesel berdomisili di Desa Cempedak Lobang,Kecamatan Sei Rampah,Senin (1/4/2024) saat berada di SPBU Pangkalan Budiman Desa Sei Rampah, sembari meminta pihak penegak hukum lakukan pemeriksaan terhadap pengusaha SPBU.

Keluhan yang sama juga diungkapan Edi,salah seorang Sopir Mobil Colt Diesel, bahwa saat ini para sopir di Sergai sangat mengeluh dan “Menjerit” ketika mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di SPBU berlokasi depan Kantor Desa Firdaus.

Pasalnya, setiap mobil diwajibkan beli Dexlite sebanyak 3 liter, jika ingin mengisi Solar.

“Emangnya para Sopir Mobil Colt Diesel diberikan dana tambahan dari pemilik mobil dan ujung-ujungnya para sopir yang dimarahi tokeh (pengusaha) dan harus mencari SPBU lain yang jaraknya jauh.Keluh Edi.

Kami berharap Bapak Kapoldasu, Kajatisu, tolong bantu para sopir yang menderita ini. Tolong periksa pengusaha SPBU yang wajibkan Mobil Colt Diesel beli Dexlite jika ingin beli Solar.Ucapnya dengan penuh dengan harapan.

Pengusaha SPBU Nomor 142051139 di Desa Firdaus Susanto saat dihubungi via telepon seluler,Senin (1/4/2024) sekira pukul 09.50 WIB, terkait informasi setiap sopir yang mau mengisi BBM Solar wajib beli Dexlite menuturkan, benar, itu hanya kebijakan..

Tapi, bukan suatu kewajiban melainkan bentuk partisipasi saja sebanyak Rp.50 ribu bagi pengusaha yang memiliki angkutan yang banyak. Kebijakan ini hanya ditujukan kepada pengusaha, bukan pemilik mobil pribai.

“Kebijakan itu diterapkan sebut Susanto yang akrab disapa Anto, karena Dexlite di SPBU ini tidak lagu dan mobil berplat merah juga minim beli Dexlite. Jadi, mau tidak mau diambil kebijakan semacam minta partisipasi kepada para penguhasa agar membeli Dexlite setiap pembelian Solar. Nah, terkait dasar aturan menjadi acuan,diakuinya tidak ada.

“Itu hanya bentuk partisipasi saja.Jelas. (red)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *