MEDAN, DELITIMES.ID – Jelang perhelatan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) ke-XVII yang bakal digelar di Sumut-Aceh, pada 2024 mendatang, sudah pasti para atlet terus meningkatkan freweksi latihan sebagai persiapannya agar nantinya dapat meraih prestasi maksimal.
Begitu jugalah yang dilakukan oleh Evy Yunita Pohan. Atlet cabang olahraga (cabor) para atletik kategori balap kursi roda itu mengaku, persiapan yang dilakukannya sejauh ini sudah mencapai 70 persen.
“Untuk saat ini masih seperti biasa. Latihan masih pagi saja. Kalau untuk sore itu belum ada program, sebab kita masih latihan mandiri. Terus ada ngegym juga dua kali seminggu. Itu juga masih yang ringan-ringan,” kata Evy saat di temui di Sekretariat NPC Sumut di Jalan Stadion Medan, Rabu (25/1/2023).
Evy mengatakan, selama proses persiapan yang ia lakoni terdapat beberapa kendala. Kendala itu adalah, cuaca yang sering hujan akhir-akhir ini sehingga mengganggu jalannya proses latihan karena lapangan licin.
“Cuaca selalu buruk dalam beberapa hari ini, kadang pagi atau sore hujan. Sebab untuk cabor balap kursi roda, gak bisa kena hujan. Apalagi roda dan dayungannya licin, sshingga cukup mengganggu proses latihan. Kami saja dalam seminggu ini terhitung hanya berapa kali latihan,” katanya.
Dijelaskan, saat Peparnas nanti Evy masih belum tahu ia bakal turun di cabor apa. Sebab, para atlet yang sudah pernah meraih medali emas pada Peparnas sebelumnya, diprioritaskan pindah ke cabor lain.
Hal itu dikatakannya, mengingat para atlet yang sudah meraih medali emas tidak boleh lagi turun di tiga nomor atletik. Namun keputusan Evy bakal dipindah ke cabor mana ia masih belum mengetahuinya.
“Ada kemungkinan nanti mau dipindah cabor. Tapi belum tahu ke mana. Kalau ditanya, saya pengen ke menembak. Ini sih udah ada rencana ke sana, tapi ini kan belum ada keputusannya. Untuk saat ini latihannya masih disesuaikan ke atletik,” ucapnya.
Disinggung mengenai motivasinya saat berlaga di Peparnas Aceh-Sumut, selain meraih kemenangan, Evy mengaku ia juga ingin melebihi limit yang sudah pernah diraihnya dan target PON.
Lebih jauh, Evy juga mengaku memiliki evaluasi tersendiri dari ajang Peparnas sebelumnya di Papua. Menurutnya, saat itu ia belum memberikan penampilan yang maksimal karena mental yang belum siap.
“Ini tanding yang kedua Insya Allah. Mental kita yang harus diperbaiki, biar lebih percaya diri lagi nanti. Sebenarnya lawan kita itu, diri sendiri. Karena saya mengalami di Papua kemarin, latihan yang saya lakukan itu tidak tercapai walaupun saya dapat medali,” pungkas Evy mengakhiri.
Sementara Ketua National PraOlympic Comite (NPC) Sumut, Alan Sastra Ginting saat dihubungi via telpon selular mengatakan, untuk persiapan menghadapi Peparnas Aceh-Sumut 2024 mendatang terus dilakukan secara serius. Apalagi pelaksanaanya digelar di rumah sendiri.
“Selain itu pemerintah Sumatera Utara melalui Disporasu juga sangat mendukung penuh NPC Sumut untuk meraih prestasi masimal nantinya. Jadi tidak ada istilah main-main bagi kami,” kata Alan serius.
Menurut Alan, pihaknya jauh-jauh hari sudah melakukan pembinaan lewat Pelatihan Daerah (Pelatda) jangka panjang serta para atlet juga sudah diinapkan agar fokus melakukan latihan serius.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pemprovsu lewat Disporasu yang telah memberikan perhatian pada kami dimana perhatian tersebut akan kami aplikasikan ke prestasi terbaik,” pungkas Alan mengakhiri. (dimitri)














