Terkait Lahan, Warga Batu Sondat Batahan Demo PTPN IV

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID – Warga Desa Batu sondat kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi damai di PTPN IV, Senin (08/07/2024).

Diketahui, warga desa Batu sondat yang tergabung dalam KUD Setia Abadi melakukan aksi karena menuntut kekurangan lahan koperasi yang selama ini dijanjikan pihak plat merah tersebut selaku bapak angkat.

Disela aksi, Ketua Kordinator dan Penanggung Jawab Aksi, Najamuddin kepada wartawan menjelaskan bahwa permasalahan antara KUD Setia Abadi dengan Bapak Angkat (PTPN.4) adalah terkait harga TBS yang tidak sesuai dengan harga Pedoman dari Disbun atau harga PKS sekitar Batu Sondat.

“Bila dibandingkan dengan PKS PT. TBS Tandikek dgn PKS Timur PTPN IV, selisih harganya lebih dari 400 Rupiah/kg. Jadi jelas, kerugian kami dari nilai jual TBS 400 Rupiah/kg.”ungkapnya.

Lalu Najamuddin pun menuturkan tentang pembangunan Kebun Plasma KUD Setia Abadi itu dari dana Revitalisasi akad kredit dengan Bank Mandiri.

Namun ternyata lanjutnya, setelah lunas Hutang KUD kami pada Bank Mandiri, ternyata masih ada lagi 23 M hutang kepada Bapak Angkat (PTPN IV).

“Hutang 23 M tersebut tidak jelas keseluruhannya dan apa dasarnya. Penggunaannya untuk apa saja dan pihak PTPN IV tidak menjelaskan riciannya secara tertulis.”pungkasnya.

Realisasi kekurangan Areal Plasma KUD Setia Abadi

Awalnya Izin lokasi yang terbit 2.400 Ha untuk 1.200 Anggota KUD (Desa Batusondat, Kampung Kapas, Bintungan dan Muara Pertemuan) dan akad kreditnya cair 110 M. Namun tidak bisa dikuasai dan dibangunkan Oleh pihak PTPN IV.

Setelah itu imbuhnya, sesuai kesepakatan Izin lokasi berubah menjadi 1.000 Ha, tapi khusus untuk Masyarakat Desa Batu Sondat.

Namun sampai saat ini yg terealisasi hanya 212 Ha. Itupun lahannya tidak produktif semuanya dan hanya 110 Ha yang produksi maksimal.

Atas kronologis diatas tambahnya, sebelum tuntutan Kami Terealisasi, Maka lahan yang kami patok hari ini, akan kami Stanvaskan berketerusan.

“Penyetopan Tangki CPO, Inti dan TBS yang keluar masuk PTPN IV juga akan kami lakukan sampai aspirasi warga direalisasikan oleh bapak angkat dalam hal ini PTPN IV.”paparnya mengakhiri. (red)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terkait Lahan, Warga Batu Sondat Batahan Demo PTPN IV

MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID – Warga Desa Batu sondat kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi damai di PTPN IV, Senin (08/07/2024).

Diketahui, warga desa Batu sondat yang tergabung dalam KUD Setia Abadi melakukan aksi karena menuntut kekurangan lahan koperasi yang selama ini dijanjikan pihak plat merah tersebut selaku bapak angkat.

Disela aksi, Ketua Kordinator dan Penanggung Jawab Aksi, Najamuddin kepada wartawan menjelaskan bahwa permasalahan antara KUD Setia Abadi dengan Bapak Angkat (PTPN.4) adalah terkait harga TBS yang tidak sesuai dengan harga Pedoman dari Disbun atau harga PKS sekitar Batu Sondat.

“Bila dibandingkan dengan PKS PT. TBS Tandikek dgn PKS Timur PTPN IV, selisih harganya lebih dari 400 Rupiah/kg. Jadi jelas, kerugian kami dari nilai jual TBS 400 Rupiah/kg.”ungkapnya.

Lalu Najamuddin pun menuturkan tentang pembangunan Kebun Plasma KUD Setia Abadi itu dari dana Revitalisasi akad kredit dengan Bank Mandiri.

Namun ternyata lanjutnya, setelah lunas Hutang KUD kami pada Bank Mandiri, ternyata masih ada lagi 23 M hutang kepada Bapak Angkat (PTPN IV).

“Hutang 23 M tersebut tidak jelas keseluruhannya dan apa dasarnya. Penggunaannya untuk apa saja dan pihak PTPN IV tidak menjelaskan riciannya secara tertulis.”pungkasnya.

Realisasi kekurangan Areal Plasma KUD Setia Abadi

Awalnya Izin lokasi yang terbit 2.400 Ha untuk 1.200 Anggota KUD (Desa Batusondat, Kampung Kapas, Bintungan dan Muara Pertemuan) dan akad kreditnya cair 110 M. Namun tidak bisa dikuasai dan dibangunkan Oleh pihak PTPN IV.

Setelah itu imbuhnya, sesuai kesepakatan Izin lokasi berubah menjadi 1.000 Ha, tapi khusus untuk Masyarakat Desa Batu Sondat.

Namun sampai saat ini yg terealisasi hanya 212 Ha. Itupun lahannya tidak produktif semuanya dan hanya 110 Ha yang produksi maksimal.

Atas kronologis diatas tambahnya, sebelum tuntutan Kami Terealisasi, Maka lahan yang kami patok hari ini, akan kami Stanvaskan berketerusan.

“Penyetopan Tangki CPO, Inti dan TBS yang keluar masuk PTPN IV juga akan kami lakukan sampai aspirasi warga direalisasikan oleh bapak angkat dalam hal ini PTPN IV.”paparnya mengakhiri. (red)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *