MEDAN, DELITIMES.ID – Pengprov Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Sumut meminta kepada seluruh pengelola stable (sarana berkuda) untuk meningkatkan partisipasi memajukan dan meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan olahraga berkuda di daerah.
Begitu pula dengan pemerintah daerah, Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI), dunia usaha hingga seluruh masyarakat Sumut.
“Ini tidak terlepas dari target kita untuk meningkatkan posisi terbaik pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024 mendatang,” kata Ketua Komisi Equestrian Pengprov Pordasi Sumut, Yuriandi Siregar saat ditemui di Medan, Kamis (3/2).
“Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan, tentunya perlu dukungan program bapak asuh pada setiap cabang olahraga berkuda,” ucap Yuriandi Siregar lagi.
Menurutnya, dukungan agar atlet meraih prestasi gemilang bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Karena itulah, setiap atlet yang bertanding membawa bendera dan nama daerah harus bisa tampil maksimal.
“Sehingga kalau berprestasi, maka sudah tentu daerah yang akan bangga nantinya,” tambahnya.
Keterlibatan berbagai pihak, khususnya dunia usaha untuk bersedia menjadi bapak asuh untuk cabor berkuda yang dipertandingkan pada PON XXI Aceh-Sumut nantinya menjadi salah satu kunci keberhasilan Sumut untuk meraih prestasi yang membanggakan. Dimana akan diiringi dengan pembinaan, pemusatan latihan dan pencarian bibit atlet potensial.
“Kita harapkan setiap pengelola stable dan pengusaha lain nya di Sumut dapat meningkatkan kepeduliannya terhadap pembinaan olahraga berkuda dan cabor lainnya,” harapnya.
Selain itu, Yuriandi meminta kepada seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Pordasi Sumut agar dapat memaksimalkan pembinaan dengan saling berkoordinasi lewat komunikasi yg lebih baik di internal kepengurusan
“Waktu kita hanya sekitar dua tahun lagi. Kita harus bergerak cepat. Apalagi kita mengincar medali emas di nomor equestrian cabor berkuda,” katanya
Apalagi sama diketahui beberapa tahun kemarin, pembinaan sempat tak bergairah akibat minimnya sarana atau pacuan berkuda. Namun diakhir tahun 2021 lalu bermunculan Stable seperti Jerico di Sei Rampah Sergai, SRS di Tanjung Anom, Distro di Binjai. Ketiga lokasi ini berdekatan dan bagus-bagus walaupun Jerico yang sangat bagus dan bisa disebut bertaraf nasional bahkan internasional.
“Jadi dengan munculnya tempat berkuda atau pacuan, maka bermunculan para peminat berkuda sehingga cabor berkuda di Sumut bergeliat kembali. walaupun kita masih ada kendala yaitu, pelatih dab kuda serta biaya,” ujar Yuri serius.
Selain itu ada juga tempat latihan pripate yaitu di Aswaraya dikawasan Tandem Hulu Kab Langkat. Ditempat itulah, dua atlet berkuda Sumut Raysha Siregar dan Rayni Siregar berlatih secara intens.
Makanya seperti Raysha Siregar yang saat ini menimba ilmu disekolah di Perguruan Swasta Cita Luhur Medan, sudah menyatakan akan tampil maksimal, sehingga frekwensi latihan terus ditingkatkan. Apalagi pihak sekolah mereka sangat mendukung sepenuhnya.
“Apalagi pada event Kejurnas Berkuda Piala DandenKav Kud Januari 2023 kemarin di Parompong Bandung Jabar, keduanya meraih emas dari nomor Open Prelin Jerman dan di U-18 Prelin Jerman. Berarti mereka telah membuktikan bahwa cabor berkuda juga msnjanjikan meraih prestasi maksimal,” tambahnya.
Yuri kembali mengatakan, sebenarnya banyak berkuda Sumut yang berlatih di Bandung seperti, Faiza meraih juara pertama dan Faza diposisi empat. Keduanya berhasil meraih juara pada event berkuda Piala Gubernur Sumsel akhir 2022 kemarin. Sedangkan Rafid tidak meraih apa-apa dikarenakan jatuh dari kuda saat bertanding.
“Selain itu ada juga atlet kita seperti, Uspah, Erick, Wirda, Tania dan Sugi yang saat ini dibina menjadi atlet berkuda handal yang dapat mengharumkan nama daerah bahkan bangsa dimasa datang,” pungkas Yuriandi mengakhiri. (dimitri)














