MEDAN, DELITIMES.ID – Guna menambah daya juang jelang menghadapi PON Aceh-Sumut XXI 2024 mendatang, seluruh atlet Persatuan Petanq Indonesia tetap melakukan latihan sesuai program Pelatda KONI Sumut walau sedang menjalani ibadah puasa.
Demikian dikatakan Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Petanqe Indonesia (POPI) Sumut, Dr dr Hj Liliana Puspasari SPd, MKes didampingi Sekum DR Ibarahim Sembiring SPd.M.Or saat ditemui di kampus Stok Binaguna, Minggu (9/4/2023).
Dikatakan, pihaknya terus mempersiapkan diri lewat pembinaan atlet secara teratur dengan mengikuti jadwal latihan 10 sesi pagi sore dalam seminggu, yang mana tidak ada perobahan walau bulan suci Ramadhan.
“Hanya saja frekwensinya kita kurangi seperti latihan fisik diporsir seperti hari biasa, maka dibulan suci Ramadhan ini sedikit kita kuranggi dan kita isi dengan latihan tehnik,” kata Liliana yang diaminkan Ibrahim.
Kembali dikatakan, selama bulan puasa latihan langsung ditempatkan di sekretariat pengprov POPI Sumut. Sebab sarana dan peralatan untuk berlatih juga disediakan.
“Selain itu, penginapan untuk atlet agar fokus berlatih juga panganan berbuka atlet yang muslim kita sediakan. Dan latihan Unimed, selama puasa ditiadakan sementara, pungkas Liliana mengakhiri.
Sementara Kepala Pelatih, DR Ibrahim Sembiring SPd.M.Or mengatakan, untuk memantapkan saat latihan POPI Sumut juga memiliki pelatih fisik dan tehnik yaitu, Andarias Ginting, Edward Keliat SPd.
Mengapa demikian, sebab POPI daerah ini selaku tuan rumah bersama Aceh tak ingin hanya sekedar tsmpil sebagai penggembira melainkan harus menorehkan medali sebanyak-banyaknya.
“Walau cabor Petangque dipusatkan di Aceh dengan mempertandingkan 13 nomor lomba, bukan menjadi kendala bagi kami, atlet-atlet kita harus mampu menorehkan prestasi gemilang nantinya,” katanya.
Apalagi atlet FOPI Sumut sudah melakukan Pelatihan Daerah (Pelatda) yang dimulai pertengahan 2021 lalu. Dan hasil di Pra PON pada 2019 lalu cukup bagus dengan dua emas, satu perak dan tiga perunggu.
“Artinya dijadikan modal untuk tampil lebih baik di PON Aceh-Sumut,” ucapnya serius.
Disinggung adanya beberapa atlet yang bekerja ataupun menetap dilua kota Medan, Ibrahim kembali mengatakan, setiap hadi pelatih memberikan materi latihan baik fisik dan tehnik yang setiap harinya wajib dilaporkan ke pelatih.
“Setiap pagi pelatih akan memberikan materi pelatihan dan sore harinya para atlet yang berlatih secara mandiri, karena berada diluaar kota wajib melaporkannya agar bisa dilihat titik lemah atau peningkatan dari atlet tersebut,” pungkas Ibrahim mengakhiri. (dimitri)














