Tipang, Wisata di Tepian Danau Toba yang menyimpan sejarah budaya suku Batak

HUMBAHAS, DELITIMES.ID – Sumatera Utara punya banyak kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan untuk objek wisata.

Mulai dari alam di daerah laut, pantai, pegunungan atau dataran rendah serta danau dan sungai, tersedia melimpah di alam Simut.

Kawasan dengan sejuta pesona alam diperkaya lagi dengan kekuatan budaya masyarakatnya yang dapat menyuguhkan keindahan dan merupakan tempat wisata di Sumut yang cukup diminati.

Seperti saat berkunjung ke wisata Tipang yang terletak di kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, pasti akan terkagum melihat kekayaan dan keindahan alamnya.

Bagaimana tidak, Desa Wisata Tipang  menawarkan keindahan alam yang luar biasa indah.

Terdapat lansekap persawahan dan perbukitan yang hijau.

Secara topografi, Desa Wisata Tipang berada di ketinggian 900 – 1.200 mdpl.

Desa yang termasuk desa wisata rintisan ini memiliki daya tarik wisata alam yang sangat beragam.

Di antaranya Danau Toba, Air Terjun Sigota-gota, Puncak Gonting Tipang Pulau Simamora, Terasering Sawah Sibara-bara, juga Pulau Sirungkungon.

Yang unik dari salah satu daya tarik tersebut adalah Pulau Simamora.

Pulau kecil yang berada di tengah Danau Toba ini tidak berpenghuni dan berbentuk seperti kura-kura yang berenang.

Ciri khas utama dari Pulau Simamora, kita bisa melihat gundukan hijau yang menawan.

Seakan kehadiran pulau ini menambah kecantikan alam Desa Wisata Tipang.

Selain daya tarik wisata alam, Desa Wisata Tipang tentunya memiliki daya tarik budaya dan sejarah peninggalan suku Batak.

Seperti Batu Marbonggar, Rumah adat Batak di perkampungan tua dan Sarkofagus yang kerap dianggap masyarakat setempat sebagai “perahu roh”yang akan membawa roh berlayar ke dunia roh.

Sarkofagus ini untuk melindungi jasad orang yang sudah mati dari gangguan gaib.

Pada Sarkofagus kerap dipahatkan motif topeng dengan berbagai macam ekspresi.

Berbagai potensi tersebut juga dilengkapi dengan kuliner khas Batak, di antaranya ada Naniura, kuliner seperti sashimi.

Daging ikan segar dilumuri dengan bumbu rempah-rempah dan utte jungga (asam Batak).

Awalnya, bahan dasar Naniura adalah ikan endemik Danau Toba yang dinamakan Ihan.

Namun, karena Ihan Batak semakin sulit ditemukan, sehingga masyarakat menggantikannya dengan ikan jenis lain, seperti ikan mas, mujair atau gabus. (ehm)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini