Rico Waas Temui Mahasiswa yang Gelar Aksi, Sebut Kritikan Mereka Membantu Pekerjaannya

MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Medan Bersuara dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI) Sumut, yang menggelar aksi damai di depan Balai Kota Medan pada Jumat (14/3) petang. Meskipun hujan gerimis, Rico tetap datang menemui para mahasiswa untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Kedatangan Wali Kota Medan ini disambut tepuk tangan oleh mahasiswa. Sejak awal, para mahasiswa menegaskan bahwa mereka hanya ingin berdialog langsung dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yang membuat mereka menolak pertemuan dengan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, Benny Sinomba Siregar.

Dengan penuh kehangatan, Rico Waas menyapa para mahasiswa layaknya seorang abang yang menemui adik-adiknya. Ia mempersilakan juru bicara mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan mereka. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mendengarkan dengan seksama keluhan dan tuntutan mahasiswa, yang antara lain terkait dengan proses tender Ramadan Fair serta penerapan prinsip good governance yang transparan dan akuntabel.

Karena gerimis yang semakin deras, Rico Waas menawarkan untuk melanjutkan dialog di dalam ruang rapat Balai Kota. “Mari kita lanjutkan dialog di dalam ruangan, saya akan menjawab setiap tuntutan dengan jelas. Saya ingin terlibat langsung dalam pertemuan ini,” ungkapnya.

Awalnya, mahasiswa menolak untuk melanjutkan dialog di dalam ruangan. Namun setelah dijelaskan secara persuasif, mereka akhirnya menyetujui tawaran tersebut. Dalam ruang rapat, dialog pun berlangsung dengan lancar, dipimpin langsung oleh Rico Waas, didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Chandra Dalimunthe, Kabag Tapem Andrew Fransiska Ayu, dan Plt Kabag Prokopim Agha Novrian.

Rico Waas memberikan kesempatan kepada Wiriya Alrahman untuk menjawab tuntutan mahasiswa. Begitu juga dengan Benny Sinomba dan Chandra Dalimunthe yang memberikan penjelasan rinci mengenai proses tender Ramadan Fair. Setelah mendengarkan penjelasan dari para pejabat Pemko Medan, para mahasiswa menerima penjelasan tersebut.

Rico Waas mengapresiasi aksi mahasiswa yang menurutnya cukup positif, terutama pada awal pemerintahannya. “Saya sangat senang dan merasa diingatkan. Tentu saja, ini menjadi perhatian lebih bagi kami di Pemko Medan,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Medan itu juga melihat aksi mahasiswa sebagai kesempatan untuk berbagi informasi. “Kritik-kritik konstruktif seperti ini sangat membantu saya dalam bekerja. Saya mengucapkan terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan oleh mahasiswa,” pungkas Rico Waas. (ts)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini