MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Rico memimpin langsung aksi bersih-bersih di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (5/6/2025).
Mengenakan seragam lapangan dan rompi keselamatan, Wali Kota Medan tampak menyusuri danau dengan perahu karet milik BPBD Kota Medan, mengumpulkan sampah plastik yang mengambang di atas permukaan air. Ia tak segan memunguti sampah satu per satu dan memasukkannya ke dalam kantong hitam besar.
“Danau Siombak ini sebenarnya sangat indah. Tapi sayangnya, tercemar oleh sampah yang datang dari berbagai arah, terutama melalui aliran sungai,” ujar Rico.
Ia menyebut, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan plastik rumah tangga yang terbawa arus dari Sungai Bederah. Padahal sehari sebelumnya, danau tersebut sudah dibersihkan.
“Bayangkan, dalam waktu semalam saja, sampah sudah kembali menumpuk. Ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke sungai,” tegasnya.
Sebelum memulai aksi pembersihan, Rico memimpin apel yang diikuti oleh jajaran Pemko Medan dari empat kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Belawan, dan Medan Deli—serta sejumlah komunitas peduli lingkungan.
Plt Camat Medan Marelan, Alkausar Deaysa, menambahkan bahwa setiap hari setidaknya dua armroll sampah (sekitar 6 kubik) masuk ke Danau Siombak melalui aliran air. “Sampahnya dari laut, rumah tangga, dan TPA Terjun. Walau warga kini sudah mulai sadar dan tidak langsung membuang ke danau, tapi aliran sungai masih menjadi jalur masuk utama sampah,” ujarnya.
Rico juga mengingatkan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun diprediksi akan penuh pada 2028 jika tidak ada upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
“Medan menghasilkan 1.500 hingga 1.600 ton sampah per hari. Solusinya tidak bisa hanya andalkan petugas kebersihan. Kita harus mulai dari rumah, dengan memilah sampah, terutama plastik,” ujarnya.
Ia juga mendorong setiap lingkungan di Kota Medan membentuk bank sampah sebagai salah satu upaya daur ulang.
“Kalau lingkungan bersih, hidup kita juga akan lebih nyaman. Ingat, bukan bumi yang butuh kita, tapi kita yang butuh bumi,” pesan Rico menutup kegiatan tersebut. (ts)
























