Wali Kota Medan Tekankan Program CSR BNCT Harus Berdampak Nyata bagi Warga Belawan

MEDAN, delitimes.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Belawan New Container Terminal (BNCT) harus memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat Belawan. Menurutnya, kawasan utara Kota Medan ini menyimpan potensi ekonomi besar, namun masih dihadapkan pada persoalan sosial yang kompleks.

Hal itu disampaikan Rico saat menerima audiensi jajaran manajemen PT BNCT di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan, Senin (6/10). Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Presiden Direktur PT BNCT Mohamed Suffian, Executive Director I Jonedi Ramli, dan Strategy Director Bunyamin Sukur. Sementara Wali Kota didampingi Kepala Bappeda Ferry Ichsan dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Benny Sinomba Siregar.

Wali Kota menyambut baik rencana PT BNCT untuk melaksanakan sejumlah program CSR di Belawan. Namun ia menekankan bahwa program tersebut tidak boleh hanya bersifat simbolis atau seremonial.

“Belawan adalah kawasan strategis bagi ekonomi kota ini, tapi ketimpangan sosialnya juga sangat terasa. Jadi, program CSR harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan bersifat jangka panjang,” tegas Rico.

Di bidang pendidikan, Wali Kota menyoroti pentingnya pembangunan SMP baru dengan konsep sekolah percontohan yang memiliki standar tinggi. Ia menyebut jenjang SMP sebagai fase penting dalam transisi pendidikan anak.

Untuk sektor lingkungan, program rehabilitasi mangrove seluas 22 hektar juga menjadi perhatian. Rico meminta agar kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman simbolik, tetapi disiapkan secara teknis dan berkelanjutan agar benar-benar memberikan manfaat ekologis.

Di bidang kesehatan, Rico mengusulkan pembangunan fasilitas puskesmas yang sesuai dengan kondisi sosial Belawan. Ia juga mendorong inovasi pelayanan melalui pengadaan ambulans terapung—layanan kesehatan berbasis air yang dapat menjangkau masyarakat di kawasan pesisir secara langsung.

“Ambulans terapung ini bisa menjadi puskesmas berjalan yang memberi pelayanan medis ke masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil. Ini solusi konkret yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.

Tak kalah penting, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga menjadi fokus. Wali Kota mendorong BNCT untuk mendukung nelayan dan pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga yang bergerak di sektor pengolahan hasil laut. Bantuan berupa alat tangkap, pelatihan pengemasan, hingga pengalengan hasil laut dinilai sangat strategis untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“CSR tidak boleh sekadar formalitas. Program yang benar-benar berdasarkan kebutuhan warga akan memperkuat hubungan antara perusahaan dan lingkungan sekitar,” tukas Rico. (ts)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini