Rico Waas Tinjau Pengungsi dan Salurkan Bantuan Banjir di Medan Labuhan

MEDAN, delitimes.id – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau langsung kondisi pengungsi banjir di Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (12/10). Ia mengunjungi dua titik pengungsian utama, yakni SD Negeri 060950 di Jalan Kolonel Yos Sudarso dan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Pekan Labuhan.

Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota turut didampingi Kepala BPBD Medan Yunita Sari, Plt. Kadis Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Gibson Panjaitan, serta Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai.

Di SD Negeri 060950, meskipun hujan telah reda, banjir masih menggenangi area sekitar. Wali Kota dengan sigap menerobos genangan air menuju lantai dua, tempat para pengungsi ditampung. Sebanyak 160 jiwa, terdiri dari orang tua hingga anak-anak, mengungsi di sekolah ini. Wali Kota menyapa warga satu per satu dan berdialog untuk mendengarkan kondisi serta kebutuhan mereka.

Ia menegaskan kepada jajarannya agar seluruh kebutuhan dasar warga, seperti makanan, air bersih, dan layanan kesehatan, dapat terpenuhi secara maksimal. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan selama masa pengungsian.

Bantuan logistik berupa nasi bungkus, beras, selimut, teh, gula, handuk, air mineral, dan mi instan diserahkan secara langsung kepada para pengungsi oleh Wali Kota.

Setelah itu, rombongan melanjutkan peninjauan ke Masjid Al-Ikhlas di Kelurahan Martubung yang menampung sekitar 250 pengungsi. Seperti sebelumnya, bantuan logistik juga disalurkan dan Wali Kota memberikan dukungan moril kepada warga terdampak.

Camat Medan Labuhan melaporkan bahwa banjir di wilayahnya berdampak pada dua kelurahan, dengan total 1.444 kepala keluarga atau sekitar 4.510 jiwa. Peristiwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi pada Sabtu malam (11/10), menyebabkan luapan sungai yang menggenangi permukiman warga mulai pukul 23.00 WIB.

Secara keseluruhan, BPBD mencatat banjir berdampak pada 17 kelurahan di tujuh kecamatan, yaitu Medan Maimun, Medan Johor, Medan Polonia, Medan Labuhan, Medan Selayang, Medan Petisah, dan Medan Baru. Total 3.181 unit rumah terdampak, dengan jumlah 3.599 kepala keluarga dan 10.391 jiwa. Tidak ada korban jiwa, namun sebanyak 69 orang telah dievakuasi, termasuk lansia, balita, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Selain Medan Labuhan, pengungsian juga dilakukan di Masjid MDTA Muttaqin, Kelurahan Kwala Bekala (350 jiwa) dan Masjid Al-Qamar, Kelurahan Beringin (85 jiwa).

BPBD Kota Medan melalui Pusdalops-PB terus melakukan langkah tanggap darurat seperti evakuasi, pemantauan cuaca dan debit air, pendataan wilayah terdampak, serta menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. (ds)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini