MEDAN, DELITIMES.ID – Puluhan pekebun sawit swadaya dari Sumatera Utara resmi memulai Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit gelombang pertama tahun 2026. Pembukaan digelar Senin, 9 Juni 2026 di Ruang Asoka, Lily & Tulip, Hotel Swiss-Belinn Gajah Mada Medan dan dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, Bapak Yusfahri Perangin-Angin.
Pelatihan 6 hari ini merupakan program BPDP bersama Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian untuk meningkatkan produktivitas pekebun swadaya. LPP Agro Nusantara ditunjuk sebagai lembaga pelatihan. 2 kelas dibuka serentak, masing-masing 30 peserta.
Mengawali acara, tarian Setapak Sirih ditampilkan sebagai simbol pembuka yang sarat makna adat Melayu. Suasana pembukaan semakin khidmat dengan sambutan dari Dede Yudo Kurniawan, S.P., M.Si., Subject Matter Expert sekaligus perwakilan manajemen LPP Agro Nusantara.
“Dengan kembali berjalannya program pelatihan ini, kami harap LPP Agro Nusantara bisa menjadi pendamping dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan pekebun sawit swadaya,” ujar Dede Yudo.
Produktivitas pekebun swadaya masih jadi isu strategis. Data menunjukkan pekebun swadaya kelola 40% lahan sawit nasional tapi hanya sumbang 30-35% produksi CPO. Melalui pelatihan ini, BPDP ingin menyamaratakan praktik budidaya yang baik agar hasil panen lebih optimal dan berkelanjutan.
Tahun 2026, LPP Agro Nusantara dipercaya menjalankan 100 kelas dengan total 3.022 peserta di 7 provinsi. Di Sumatera Utara, Medan jadi kota pertama pembukaan kelas.(RED)















