MEDAN, delitimes.id – Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Medan yang mencapai lebih dari 30 ribu kasus pada September 2025 mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Medan. Ketua Komisi II DPRD Medan, H. Kasman bin Marasakti Lubis, Lc., M.A., menyatakan dukungannya terhadap langkah cepat Dinas Kesehatan Kota Medan dalam mengimbau masyarakat agar waspada terhadap penyebaran ISPA.
Kasman menilai imbauan untuk kembali disiplin menjalankan protokol kesehatan sudah tepat. Namun, ia menekankan bahwa penanganan ISPA tidak boleh berhenti hanya pada imbauan semata. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan adanya langkah nyata di lapangan, termasuk penyediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta penguatan peran puskesmas dalam menangani pasien ISPA.
Ia juga mendorong Dinas Kesehatan agar melakukan monitoring langsung ke setiap puskesmas dan rumah sakit guna memastikan penanganan pasien berjalan optimal. Menurutnya, peningkatan kasus ISPA bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kualitas udara, perubahan cuaca, hingga kepadatan penduduk di beberapa wilayah Kota Medan.
Selain itu, ia mengusulkan agar dilakukan penyemprotan disinfektan di area publik dan sekolah, serta kampanye kesehatan secara masif agar masyarakat benar-benar memahami bahaya ISPA dan cara pencegahannya. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga menekankan pentingnya peran edukatif dari tenaga medis dan kader kesehatan di tingkat kelurahan.
Ia berharap Pemko Medan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mencegah penyebaran ISPA yang lebih luas. Kasman mengingatkan bahwa ISPA bisa menyerang siapa saja, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, sehingga langkah preventif harus dilakukan dengan cepat, termasuk penyuluhan di sekolah dan posyandu.
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Medan dalam surat edaran tertanggal 20 Oktober 2025 melaporkan bahwa kasus ISPA meningkat tajam dari 25.715 kasus pada Agustus menjadi 30.952 kasus pada September 2025. Dalam surat tersebut, masyarakat diimbau untuk kembali disiplin memakai masker, menjaga kebersihan tangan, serta menghindari paparan asap rokok dan lingkungan yang tidak sehat. (ds)
















