MEDAN, delitimes.id – Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hadi Suhendra, mendesak Pemerintah Kota Medan agar menjadikan Medan Utara sebagai fokus utama pembangunan pada tahun anggaran 2026. Desakan itu muncul setelah APBD Kota Medan Tahun 2026 sebesar lebih dari Rp6,9 triliun resmi disahkan.
Hadi menilai anggaran sebesar itu harus digunakan secara tepat sasaran, terutama untuk mempercepat pembangunan di kawasan Medan Utara yang disebut masih menghadapi banyak ketimpangan dibanding wilayah lain. “APBD 2026 baru saja kita sahkan. Harapan kita, anggaran ini betul-betul dimaksimalkan untuk kemajuan Kota Medan, dan Medan Utara harus menjadi prioritas utama,” ungkapnya, Senin (1/12/2025).
Sebagai anggota DPRD dari Dapil II (Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan), Hadi menegaskan bahwa pemerataan pembangunan tidak akan tercapai jika Medan Utara terus tertinggal. Ia menyebut masih banyak kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi Pemko Medan.
“Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, penyediaan permukiman layak, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan. Infrastruktur penanganan banjir dan rob juga mendesak untuk dibangun karena menjadi masalah utama warga di kawasan tersebut,” jelasnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Hadi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas SDM di Medan Utara. Ia mengatakan upaya pengurangan pengangguran dan penanganan kemiskinan ekstrem tidak bisa dilepaskan dari program-program yang menyentuh langsung warga.
“Pembangunan SDM harus diperkuat. Pemerintah perlu memperbanyak pelatihan kerja, membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal, dan mendorong pengembangan UMKM. Tanpa itu, masalah sosial di Medan Utara tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
Hadi berharap Pemko Medan benar-benar memanfaatkan APBD 2026 sebagai momentum mempercepat kemajuan kawasan Medan Utara. “Warga sudah menunggu lama. Ini saatnya pemerintah menunjukkan keberpihakan dan memastikan pembangunan berjalan merata,” pungkasnya. (ds)
























