MEDAN, delitimes.id – Anggota DPRD Medan Edwin Sugesti Nasution meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera menyiapkan perahu karet di setiap kecamatan yang rawan banjir. Menurutnya, sarana ini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan keselamatan warga, terutama lansia dan anak-anak, saat banjir terjadi.
“Semalam saya meninjau korban banjir di Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Warga mengeluhkan lambatnya evakuasi karena tidak tersedia perahu karet, sehingga banyak yang kesulitan menyelamatkan diri,” ujar Edwin, Minggu (30/11/2025).
Ia menekankan pentingnya penempatan minimal dua unit perahu karet di setiap kecamatan atau satu unit di setiap kelurahan rawan banjir. Dengan cara ini, proses evakuasi bisa lebih cepat, jarak tempuh lebih pendek, dan bantuan dapat segera dikirim begitu banjir terjadi.
Selain ketersediaan perahu, Edwin menyoroti masalah sulitnya mengakses nomor darurat. “Masyarakat banyak mengeluhkan nomor kontak BPBD Medan maupun BPBD Sumut yang tidak aktif atau tidak merespons. Hal ini membuat warga panik karena tidak bisa meminta bantuan,” jelasnya.
Edwin menegaskan, dalam situasi cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko bencana, Pemko Medan tidak boleh lengah. “Kesiapsiagaan adalah kunci untuk menyelamatkan nyawa warga. Pemerintah harus hadir secara nyata, bukan hanya menunggu laporan,” tegasnya.
Anggota DPRD asal Medan Utara itu juga meminta Pemko Medan menyiapkan sumber daya manusia terlatih untuk mengoperasikan perahu karet dengan cepat saat keadaan darurat. “Pengalaman banjir kali ini harus menjadi pembelajaran. Penyediaan perahu karet dan petugas terlatih harus segera dilakukan untuk menghadapi bencana yang bisa terjadi kapan saja,” bebernya.
Selain itu, Edwin mendorong Pemko Medan segera turun langsung ke Kelurahan Terjun. Ia menyebut, sejak banjir terjadi pada 27 November 2025, warga setempat belum menerima bantuan, ditambah listrik padam dan sinyal seluler buruk sehingga komunikasi menjadi sulit. “Kondisi ini harus menjadi perhatian serius Pemko, khususnya Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas, agar penanganan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (ds)
























