MEDAN, delitimes.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan menjadi lokasi studi lapangan bagi 41 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Lembaga Administrasi Negara (LAN) Aceh.
Peserta yang berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Pemerintah Daerah Takengon itu datang untuk melihat secara langsung praktik tata kelola organisasi dan pelayanan publik yang diterapkan di lingkungan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
Studi lapangan tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran PKA untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan dan manajerial peserta. Selain itu, kegiatan menjadi sarana bagi peserta dalam mengidentifikasi praktik baik, inovasi, serta strategi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selama kunjungan, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil organisasi, tugas dan fungsi keimigrasian, pengelolaan sumber daya hingga berbagai inovasi pelayanan yang dikembangkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan.
Peserta juga berkesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan jajaran Imigrasi Medan. Dari kegiatan tersebut, mereka diharapkan memperoleh gambaran nyata mengenai penerapan teori kepemimpinan dan manajemen dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan, Uray Avian, S.Sos., M.H., menyambut baik pelaksanaan studi lapangan tersebut. Ia berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman dan mengambil berbagai hal positif dari pelayanan keimigrasian yang dilihat secara langsung.
“Kami berharap peserta dapat mengambil hal-hal positif yang ada di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Medan dan melihat langsung bagaimana pelayanan keimigrasian diberikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam ini juga menjadi momentum untuk berbagi pengalaman mengenai upaya meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin profesional, efektif, transparan dan berorientasi kepada masyarakat.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat antusiasme peserta. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk diterapkan di unit kerja masing-masing, sekaligus mendorong lahirnya pemimpin administrator yang adaptif, inovatif dan mampu mendukung transformasi birokrasi. (ds)














