JAKARTA, DELITIMES.ID – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memprediksi, peluang Indonesia mempertahankan status pasar negara berkembang (Emerging Market) dalam indeks MSCI bisa lebih tinggi dari perkiraan investor senior asal Amerika Serikat, Chapman Taylor, yang mencapai lebih dari 50%.
Menurutnya, berbagai pembenahan yang dilakukan pemerintah dan regulator di pasar modal Indonesia diharapkan mendapat apresiasi dari investor global.
“Kita berharap secara objektif maupun secara subjektif apa yang kita lakukan akan diapresiasi oleh investor, sehingga apa yang disampaikan oleh Chapman Taylor bahwa peluang Indonesia tetap di emerging market itu ada di atas 50%,” kata Jeffrey dalam Media Gathering 2026, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dikutip dari investortrust.id, Minggu (1/11/2026).
Ia pun menyampaikan harapannya, dengan dukungan media dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor terhadap reformasi pasar modal yang tengah berjalan.
“Dengan dukungan Bapak dan Ibu (wartawan) mudah-mudahan persentase itu bisa lebih tinggi, tidak hanya di atas 50% tetapi di atas angka yang lebih besar lagi,” tutur Jeffrey.
Prediksi Chapman Taylor
Sebelumnya, Chapman Taylor memperkirakan peluang Indonesia mempertahankan status Emerging Market dalam indeks MSCI berada di atas 50%. Optimisme tersebut meningkat dibandingkan penilaiannya pada Juli 2026.
Chapman menilai peluang tersebut didukung oleh semakin solidnya koordinasi pemerintah dan regulator, komunikasi yang kembali aktif dengan MSCI, serta keseriusan dalam menindak praktik manipulasi pasar.
Menurutnya, pembentukan komite High Shareholding Concentration (HSC), penguatan sistem pengawasan Nasdaq, dan peningkatan pengawasan pasar menjadi sejumlah faktor positif bagi Indonesia. Ia juga menilai reformasi yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah berada di jalur yang tepat.
Chapman menilai persoalan pasar modal Indonesia masih dapat dibenahi. Ia mencontohkan Malaysia yang berhasil memulihkan kepercayaan investor asing melalui reformasi pasar.
Di samping itu, pasar dinilai belum sepenuhnya memperhitungkan dampak positif dari berbagai pembenahan tersebut. Bahkan, jika Indonesia tetap mengalami penurunan status (downgrade) di MSCI, Chapman melihat aksi jual investor pasif sebagai peluang bagi investor aktif untuk membeli saham Indonesia.
Peluang tersebut didukung oleh valuasi saham domestik yang dinilai sudah sangat murah, serta potensi peningkatan likuiditas dari investor dalam negeri.
Sebagai informasi, Chapman Taylor merupakan investor senior dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di industri investasi global, khususnya pasar negara berkembang Asia. Ia pernah menjabat sebagai Portfolio Manager dan Research Director di Capital Group. Saat ini, Chapman juga menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara dan ditunjuk sebagai perwakilan investor asing dalam Komite HSC BEI. (REL)

















