MEDAN, DELITIMES.ID – Pesta Demokrasi di Indonesia sebentar lagi akan terselenggara pada bulan februari tahun 2024.
Terdapat tiga pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang akan ikut berlaga di antaranya, pasangan capres dan cawapres nomor urut 1 ditempati Anies Bawedan – Muhaimin Iskandar, pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 ditempati oleh Prabowo Subiato – Gibran Rakabuming, dan pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 ditempati oleh pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD.
Gagasan-gagasan dari masing-masing calon Presiden dan calon Wakil Presiden terus bermunculan demi meyakinkan hati masyarakat Indonesia.
Gesekan-gesekan yang terjadi diantara simpatisan dari masing-masing pendukung calon Presiden dan Wakil Presiden terus bermunculan, baik di sosial media dan juga di dunia nyata.
Tidak hanya simpatisan bahkan masing-masing calon Presiden dan calon Wakil Presiden yang akan berlaga pada pemilu tahun 2024 pun juga mengalami gesekan-gesekan terkait mengenai argument-argument yang mereka sampaikan.
Gesekan-gesekan yang terjadi dianggap sebagai hal yang lumrah, terlebih apalagi pada masa-masa pemilu saat ini.
Statement-statement yang mengandung unsur-unsur provokasi bermunculan guna untuk menjatuhkan lawan.
Spanduk yang bertuliskan kata-kata provokasi ‘Tolak Cawapres Asam Sulfat’ yang muncul di Kota Medan,
Spanduk ini terbentang panjang di Jalan Mangonsidi dan Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang, spanduk tersebut merupakan bentuk provokasi nyata yang dapat memecah belah masyarakan Indonesia, terkhusus masyarakat Kota Medan Sumatera Utara, selain itu juga dapat mencederai praktik demokrasi kita serta sila ke-3 Pancasila “Persatuan Indonesia”.
Menanggapi permasalahan tersebut Ade Jona sebagai ketua TKD Prabowo – Gibran Sumatera Utara mengatakan, “Harusnya kita fokus saja dengan program serta visi misi calon, cara-cara menebar kebencian, hoax serta mengadu domba masyarakat seharusnya tak layak dijadikan sebagai ‘alat’ kampanye lagi”
Dapat kita lihat sepanduk provokasi ini masih banyak tersebar di sudut Kota Medan, ujar Ade Jona,
Selaku Ketua TKD SUMUT pasangan capres dan cawapres Prabowo – Gibran, Ade Jona mengatakan mereka tidak akan melaporkan kejadian ini kepada Bawaslu Kota Medan, mereka hanya berfokus kepada penyampaian visi-misi dari capres dan cawapres yang mereka usung.
Ade Jona mengatakan, Masyarakat saat ini sudah pintar dalam menyikapi isu-isu politik yang beredar.
Sehingga dengan hati yang tulus, niat yang bersih, serta semangat juang yang tinggi TKD SUMUT Prabowo – Gibran tetap berkomitmen untuk melakukan kampanye damai, santun, riang, gembira dan menghindari berbuat fitnah yang akan merugikan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lainnya. (ril)














