Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Bela pemerintahan Wali Kota Medan, Nilai Kritik Reza Pahlevi Lubis Tidak Objektif dan Prematur

DELITIMES.ID – Kordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA) Arigusti menyampaikan pembelaan terhadap Wali Kota Medan, Rico Putra Bayu Waas, sekaligus menyanggah pernyataan Ketua Komisi I DPRD Kota Medan, Reza Pahlevi Lubis, yang dinilai tidak objektif, tendensius, dan tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan.

Kordinator Aliansi Aktivis Kota (AKTA) arigusti ,yang juga mantan Presiden mahasiswa menilai, kritik yang disampaikan Reza terlalu prematur dan cenderung mengabaikan berbagai upaya konkret yang telah dilakukan Pemko Medan dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir. Menurut arigusti, proses pembangunan tidak dapat diukur secara instan, melainkan membutuhkan tahapan, konsistensi, serta sinergi lintas sektor.

“Menilai kepemimpinan hanya dari perspektif seremonial adalah cara pandang yang sempit. Banyak program yang saat ini berjalan memang berada pada tahap pembenahan sistem dan fondasi, yang dampaknya tidak selalu bisa langsung terlihat dalam waktu singkat,” tegas Arigustu dalam keterangannya.

Terkait tudingan lemahnya kinerja OPD, AKTA justru menilai Pemko Medan tengah melakukan penataan birokrasi secara bertahap guna memastikan efektivitas dan profesionalitas aparatur. Penunjukan pelaksana tugas (Plt) pada sejumlah jabatan strategis merupakan bagian dari proses evaluasi dan seleksi yang lebih ketat, bukan bentuk kegagalan manajemen.

Arigusti juga menilai pernyataan soal penurunan kualitas layanan kesehatan tidak didukung data yang komprehensif. Di sisi lain, berbagai upaya peningkatan layanan, termasuk pembenahan fasilitas dan sistem pelayanan, terus dilakukan meskipun menghadapi berbagai tantangan struktural dan anggaran.

Menyangkut isu penanganan banjir, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menegaskan bahwa persoalan tersebut merupakan masalah klasik yang tidak dapat diselesaikan secara instan oleh satu periode kepemimpinan. Namun demikian, berbagai langkah strategis seperti normalisasi drainase, kolaborasi lintas wilayah, serta perencanaan jangka panjang telah mulai dijalankan.

Terkait wacana pengisian jabatan dari luar daerah, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) menilai hal tersebut tidak perlu dipersoalkan selama berbasis kompetensi, integritas, dan kebutuhan organisasi. “Yang dibutuhkan Kota Medan adalah orang-orang terbaik, bukan sekadar putra daerah tanpa kapasitas,” tegas arigusti

Arigusti juga mengingatkan agar DPRD, khususnya Komisi I, tidak hanya aktif mengkritik, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan dan dukungan secara konstruktif. Kritik yang tidak berbasis data dan solusi justru berpotensi menimbulkan kegaduhan publik yang tidak produktif.
Di akhir pernyataannya, Aliansi Aktivis Kota (AKTA) mengajak semua pihak untuk menjaga objektivitas dan bersama-sama mendukung jalannya pemerintahan demi kepentingan masyarakat Kota Medan.

“Kami berdiri untuk kebenaran dan kemajuan kota, bukan untuk kepentingan politik sesaat,” tutup Arigusti.

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini