Cara Menangani Limbah Hewan Qurban yang Tidak Mencemari Lingkungan

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Sebentar lagi Umat Islam termasuk di Indonesia akan merayakan Idul Adha 1445 H, usai sholat Idul Adha dan pada hari-hari Tasyrik akan memotong hewan qurban.

Disebagian banyak tempat masih banyak masyarakat bingung bagaimana cara membuang limbah kotoran atau bagian tubuh hewan qurban yang tersisa.
Ironisnya, kerap ditemukan limbah hewan qurban dibuang sembarangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Limbah Hewan Qurban yang dibuang sembarangan memberikan ketidak nyamanan kepada masyarakat disebabkan menimbulkan bau tak sedap yang mendatangkan penyakit.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan panduan penanganan limbah hewan lewat Peraturan Menteri LHK No.90 tahun 2016, tentang standar pelayanan masyarakat pada Pos-pos Fasilitas Publik (SPM-FP). Dikutip dari laman resmi KLHK, pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pengolahan dan penimbunan.

Sejalan dengan Permen LHK No. 90 tahun 2016, Yayasan Komunitas Siaga Bencana Sumut Benny Yudi Purnama bertemu dengan dr. Kamal dan dr. Muchtar Harahap keduanya selain dokter, mereka juga Ketua Badan Kenaziran di. Komplek RS Adam Malik dan masjid As Sholihin di Jl. Sei Bilah Medan.

Di dalam diskusi Benny pembina KOGANA menghimbau pengurus masjid untuk sama-sama dapat memikirkan agar tercipta lingkungan hijau tanpa pencemaran di saat kegiatan Idul Adha, yang mana hampir setiap masjid dan mushalla melakukan penyembelihan hewan qurban.

Benny menawarkan program GO-GREEN dengan kerjasama Yayasan Budaya Hijau yaitu dengan memberikan ECO Enzym kepada masjid yang diajak kerjasama.

Teknisnya sangat mudah, pertama panitia pelaksana Qurban membuat galian 1 x 1 x 1 Meter sebagai tempat seluruh kotoran lembu dan kambing setelah itu dicampur kan dengan ECO Enzym setelah ditimbun prosesnya 40-50 hari, kotoran yang sudah diberi ECO Enzym sudah dapat dijadikan pupuk organik dan digunakan sebagai pupuk tanaman di sekitar masjid atau diberikan kepada para petani yang membutuhkan.
Ini salah satu cara kita menyelamatkan lingkungan hidup.

Dalam bincang-bincang tersebut Benny beserta tim menyampaikan telah mendapatkan 3 masjid yang bersedia dan siap menjadi pelopor dalam Program GO-GREEN yaitu masjid Al-Munawarah di Jl. Lizardi Putra, Masjid komplek RS Adam Malik Mesjid Nurul Iman dan masjid As-Sholihin di Jl. Sei Bilah Medan.

Atas pencanangan program tersebut Benny beserta Team optimis bahwa Umat Islam siap menjaga lingkungan yang dimulai dari masjid-masjid.

Pemerhati lingkungan, dan Pengawas Yayasan KOGANA Sumut Abdul Aziz, menyampaikan agar kotoran hewan jangan dihanyutkan di parit dan sungai, saat ini warga masih membutuhkan air bersih untuk keberlangsungan kehidupan.

PDAM Tirtanadi masih menggunakan sumber airnya dari sungai Belawan, jangan Bebani sungai sebagai sumber kehidupan dengan limbah yang mencemari air dan mempercepat sedimentasi.

Itupun masih dibebani dengan ekplorasi material Galian C, mari jaga lingkungan kita, kata Abdul Aziz. (ril)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara Menangani Limbah Hewan Qurban yang Tidak Mencemari Lingkungan

MEDAN, DELITIMES.ID – Sebentar lagi Umat Islam termasuk di Indonesia akan merayakan Idul Adha 1445 H, usai sholat Idul Adha dan pada hari-hari Tasyrik akan memotong hewan qurban.

Disebagian banyak tempat masih banyak masyarakat bingung bagaimana cara membuang limbah kotoran atau bagian tubuh hewan qurban yang tersisa.
Ironisnya, kerap ditemukan limbah hewan qurban dibuang sembarangan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Limbah Hewan Qurban yang dibuang sembarangan memberikan ketidak nyamanan kepada masyarakat disebabkan menimbulkan bau tak sedap yang mendatangkan penyakit.

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah mengeluarkan panduan penanganan limbah hewan lewat Peraturan Menteri LHK No.90 tahun 2016, tentang standar pelayanan masyarakat pada Pos-pos Fasilitas Publik (SPM-FP). Dikutip dari laman resmi KLHK, pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan dua cara, yakni pengolahan dan penimbunan.

Sejalan dengan Permen LHK No. 90 tahun 2016, Yayasan Komunitas Siaga Bencana Sumut Benny Yudi Purnama bertemu dengan dr. Kamal dan dr. Muchtar Harahap keduanya selain dokter, mereka juga Ketua Badan Kenaziran di. Komplek RS Adam Malik dan masjid As Sholihin di Jl. Sei Bilah Medan.

Di dalam diskusi Benny pembina KOGANA menghimbau pengurus masjid untuk sama-sama dapat memikirkan agar tercipta lingkungan hijau tanpa pencemaran di saat kegiatan Idul Adha, yang mana hampir setiap masjid dan mushalla melakukan penyembelihan hewan qurban.

Benny menawarkan program GO-GREEN dengan kerjasama Yayasan Budaya Hijau yaitu dengan memberikan ECO Enzym kepada masjid yang diajak kerjasama.

Teknisnya sangat mudah, pertama panitia pelaksana Qurban membuat galian 1 x 1 x 1 Meter sebagai tempat seluruh kotoran lembu dan kambing setelah itu dicampur kan dengan ECO Enzym setelah ditimbun prosesnya 40-50 hari, kotoran yang sudah diberi ECO Enzym sudah dapat dijadikan pupuk organik dan digunakan sebagai pupuk tanaman di sekitar masjid atau diberikan kepada para petani yang membutuhkan.
Ini salah satu cara kita menyelamatkan lingkungan hidup.

Dalam bincang-bincang tersebut Benny beserta tim menyampaikan telah mendapatkan 3 masjid yang bersedia dan siap menjadi pelopor dalam Program GO-GREEN yaitu masjid Al-Munawarah di Jl. Lizardi Putra, Masjid komplek RS Adam Malik Mesjid Nurul Iman dan masjid As-Sholihin di Jl. Sei Bilah Medan.

Atas pencanangan program tersebut Benny beserta Team optimis bahwa Umat Islam siap menjaga lingkungan yang dimulai dari masjid-masjid.

Pemerhati lingkungan, dan Pengawas Yayasan KOGANA Sumut Abdul Aziz, menyampaikan agar kotoran hewan jangan dihanyutkan di parit dan sungai, saat ini warga masih membutuhkan air bersih untuk keberlangsungan kehidupan.

PDAM Tirtanadi masih menggunakan sumber airnya dari sungai Belawan, jangan Bebani sungai sebagai sumber kehidupan dengan limbah yang mencemari air dan mempercepat sedimentasi.

Itupun masih dibebani dengan ekplorasi material Galian C, mari jaga lingkungan kita, kata Abdul Aziz. (ril)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *