Dodol Mangrove Ala Tanjung Rejo Tarik Perhatian Peserta Lokakarya Perhutanan Sosial

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Dodol mangrove ala Desa Tanjung Rejo yang diproduksi Kelompok UMKM Srikandi Bakti Nyata menarik perhatian peserta dan undangan Lokakarya Perhutanan Sosial, selain produk olahan lainnya yang ditampilkan kelompok itu di arena pameran.

Lokakarya yang diselenggarakan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara di Hotel Le Polonia Medan, sejak Selasa (18/10/2022) hingga keesokan harinya, diikuti oleh sejumlah kelompok perhutanan sosial serta instansi terkait, juga menghadirkan sesi pameran produk UMKM.

Kelompok UMKM Srikandi, unit usaha binaan Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata pemegang hak kelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluas 83 hektare di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, membawa produk olahan berbasis mangrove selain dodol antara lain batik, keripik, sirup, dan lainnya.

“Produk dodol lumayan diminati, alhamdulillah yang kami bawa tadi habis dan ada pesanan khusus lagi untuk acara besok,” kata Siti Nurhalimah, Sekretaris Srikandi Bakti Nyata.

Dia menjelaskan, dodol mangrove adalah olahan yang berbahan utama buah pohon api-api, salah satu jenis mangrove, dipadukan dengan bahan lain seperti tepung dan gula merah.

“Dodol mangrove ini sedang kami kembangkan sebagai salah satu oleh-oleh dari Desa Tanjung Rejo,” ujar Siti, yang bersama Ketua Srikandi, Sakilah ikut menghadiri acara tadi.

Sementara pengurus KTH Bakti Nyata, Rudi Yanto, mengatakan untuk pengembangan produk dodol mangrove khususnya, mereka tengah mempersiapkan program pengadaan alat pengolah dodol bekerjasama dengan salah satu peeguruan tinggi swasta.

“Mudah-mudahan akan ada pengadaan mesin pengaduk dodol, juga mesin penepung dan oven pengeringnya. Selain alat-alat produksi lain,” ungkap Rudi.

Mesin penepung dan oven tersebut, katanya, akan digunakan sebagai pembuat tepung berbahan mangrove pula, sehingga ke depan kandungan bahan baku mangrove pada olahan tersebut bertambah banyak.

“Tepung mangrove itu nantinya juga kami rancang untuk bahan baku produk lain yang bakal kami launching kemudian,” sambungnya.

Rudi menambahkan, ke depan mereka butuh pembangunan rumah produksi, karena dengan banyaknya kegiatan serta keberadaan alat-alat tersebut, tempat produksi yang mereka gunakan sekarang di rumah salah seorang pengurus sudah tidak memadai.

“Mudah-mudahan ada instansi yang tergerak membantu. Lahannya sudah ada, tinggal bangunannya,” kata Rudi. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dodol Mangrove Ala Tanjung Rejo Tarik Perhatian Peserta Lokakarya Perhutanan Sosial

MEDAN, DELITIMES.ID – Dodol mangrove ala Desa Tanjung Rejo yang diproduksi Kelompok UMKM Srikandi Bakti Nyata menarik perhatian peserta dan undangan Lokakarya Perhutanan Sosial, selain produk olahan lainnya yang ditampilkan kelompok itu di arena pameran.

Lokakarya yang diselenggarakan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara di Hotel Le Polonia Medan, sejak Selasa (18/10/2022) hingga keesokan harinya, diikuti oleh sejumlah kelompok perhutanan sosial serta instansi terkait, juga menghadirkan sesi pameran produk UMKM.

Kelompok UMKM Srikandi, unit usaha binaan Kelompok Tani Hutan Bakti Nyata pemegang hak kelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) seluas 83 hektare di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, membawa produk olahan berbasis mangrove selain dodol antara lain batik, keripik, sirup, dan lainnya.

“Produk dodol lumayan diminati, alhamdulillah yang kami bawa tadi habis dan ada pesanan khusus lagi untuk acara besok,” kata Siti Nurhalimah, Sekretaris Srikandi Bakti Nyata.

Dia menjelaskan, dodol mangrove adalah olahan yang berbahan utama buah pohon api-api, salah satu jenis mangrove, dipadukan dengan bahan lain seperti tepung dan gula merah.

“Dodol mangrove ini sedang kami kembangkan sebagai salah satu oleh-oleh dari Desa Tanjung Rejo,” ujar Siti, yang bersama Ketua Srikandi, Sakilah ikut menghadiri acara tadi.

Sementara pengurus KTH Bakti Nyata, Rudi Yanto, mengatakan untuk pengembangan produk dodol mangrove khususnya, mereka tengah mempersiapkan program pengadaan alat pengolah dodol bekerjasama dengan salah satu peeguruan tinggi swasta.

“Mudah-mudahan akan ada pengadaan mesin pengaduk dodol, juga mesin penepung dan oven pengeringnya. Selain alat-alat produksi lain,” ungkap Rudi.

Mesin penepung dan oven tersebut, katanya, akan digunakan sebagai pembuat tepung berbahan mangrove pula, sehingga ke depan kandungan bahan baku mangrove pada olahan tersebut bertambah banyak.

“Tepung mangrove itu nantinya juga kami rancang untuk bahan baku produk lain yang bakal kami launching kemudian,” sambungnya.

Rudi menambahkan, ke depan mereka butuh pembangunan rumah produksi, karena dengan banyaknya kegiatan serta keberadaan alat-alat tersebut, tempat produksi yang mereka gunakan sekarang di rumah salah seorang pengurus sudah tidak memadai.

“Mudah-mudahan ada instansi yang tergerak membantu. Lahannya sudah ada, tinggal bangunannya,” kata Rudi. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *