SERGAI, DELITIMES.ID – Kinerja Bupati Sergai H Darma Wijaya dan Wakil Bupati Sergai H Adlin Umar Yusri Tambunan (Dambaan) dalam menjalankan roda pemerintahan selama lebih kurang empat tahun, dinilai sangat baik dan menyentuh kepentingan masyarakat luas.
“Kita sangat mengapresiasi kinerja kedua pemimpin di daerah ini,” kata Wakil Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Sergai Indra Siagian didampingi Ketua OKK Sergai Irpan Damanik dan Wakil Ketua OKK Irfandi, Senin (6/1/2025), saat bersilaturahmi dengan pimpinan sebuah media online Sergai.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dukungan dari berbagai elemen masyarakat terhadap program kerja Dambaan pada periode 2019-2024 yang baru saja berakhir.
“Namun sangat disayangkan, masih banyak juga organisasi kemasyarakatan yang tidak tersentuh oleh dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Sergai. Terkesan pilih kasih penyaluran atau pemberian dana hibah tersebut. Sementara itu kita ketahui dana tersebut bersumber dari uang rakyat,” katanya.
Mereka pun berharap, di periode 2024-2029, Pemkab Sergai dapat lebih transparan terkait penyaluran anggaran dana hibah. “Dan jangan sampai terjadi dana hibah yang berasal dari uang negara itu hanya dinikmati organisasi yang dianggap dekat dengan Dambaan saja. Itu uang negara,” lanjut Indra.
Menurut sepengetahuan Indra, penyaluran dana hibah yang bersumber uang negara bukan uang pribadi itu, sesungguhnya berdasarkan aturan yang berlaku. Bukan berdasarkan senang atau tidak senang pemerintah terhadap organisasi tersebut.
“Sebab semua masyarakat diwajibkan bayar pajak dan bukan organisasi yang terima dana hibah saja yang bayar pajak, tapi semua Warga Negara Indonesia,” katanya.
Maka dalam hal ini, lanjut Wakil Sekretaris LMP Sergai, Darma Wijaya yang akrab dengan sapaan Wiwik itu, ia ketahui adalah seorang pemimpin yang bijaksana. “Oleh karena itu, kita berharap penyaluran dana hibah dapat lebih transparan dengan sikap yang adil. Tidak berpihak dengan segelintir kelompok saja,” ungkapnya.
Terus terang, sambungnya, organisasi LMP Sergai tidak pernah menikmati dana hibah. “Paling tidak, kami bisa mengingatkan pemerintah agar dana hibah itu tidak hanya dinikmati oleh organisasi yang itu-itu saja setiap tahunnya. Kasihan organisasi yang lain telah memenuhi persyaratan untuk menerima dana hibah tersebut. Dan perlu kita ingat, bahwa dana hibah itu berasal dari uang rakyat. Bukan uang pribadi,” urainya.
“Jika keuangan daerah tidak mampu mengalokasikan secara bergantian, maka disarankan dana hibah itu ditiadakan saja untuk 5 tahun ke depan dan dana tersebut bisa dipergunakan untuk kegiatan yang berfokus pada pembangunan fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, irigasi dan dibidang kesehatan, yang nantinya bisa dinikmati oleh berbagai elemen masyarakat Sergai dan luar daerah,” tegasnya. (REL)



















