MEDAN – Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan menyoroti lambannya penyelesaian pembangunan Medan Islamic Center (MIC) yang telah dimulai sejak tahun 2020 namun hingga kini belum selesai. Fraksi Demokrat meminta Pemerintah Kota Medan segera memberikan kejelasan terkait kelanjutan proyek tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Medan, Muslim Harahap, dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Penjelasan Kepala Daerah atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Medan Tahun Anggaran 2024.
“Kami menerima banyak pengaduan dari masyarakat, khususnya warga Medan Utara, yang mempertanyakan kapan Medan Islamic Center rampung dan bisa digunakan. Proyek ini sudah berjalan sejak 2020, namun progresnya belum jelas hingga hari ini,” ujar Muslim.
Menurutnya, Islamic Center seharusnya menjadi ikon keagamaan sekaligus pusat aktivitas umat Islam di Kota Medan. Namun, ketidakjelasan pelaksanaan proyek tersebut menimbulkan kekecewaan masyarakat.
Pasar UMKM Terbengkalai, Pemko Diminta Transparan
Selain itu, Fraksi Demokrat juga menyoroti keberadaan pasar-pasar UMKM di sejumlah kecamatan yang dinilai terbengkalai karena tidak ada kejelasan pengelolaan. Beberapa lokasi yang disebut antara lain berada di Medan Marelan dan Medan Tembung.
Muslim juga menyinggung ruang UMKM di lantai bawah Lapangan Merdeka Medan yang belum optimal dimanfaatkan.
“Kami ingin tahu siapa yang bertanggung jawab atas pengelolaan pasar-pasar UMKM ini. Banyak bangunan sudah berdiri, tapi tidak jelas siapa yang mengelola. Ini harus dijelaskan agar aset publik tidak mubazir,” tegas Muslim, yang juga pernah menjabat Kepala BKD, Kadis Disdukcapil, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan.
Fraksi Demokrat mendesak Pemko Medan melalui OPD terkait agar segera menertibkan pengelolaan fasilitas-fasilitas publik tersebut dan memastikan semuanya berjalan sesuai tujuan awal pembangunannya. (ds)















