Gubsu Edy Rahmayadi Berada pada Posisi Strategis dalam Revitalisasi Lapangan Merdeka

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DeliTimes.id – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi berada pada posisi strategis dalam perjalanan panjang perjuangan banyak pihak  untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang akhirnya direalisasikan oleh Walikota Medan Bobby Nasution.

“Kita apresiasi keinginan pemimpin kita ini, ada kemauan dari Gubernur Edy untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka,” kata antropolog Prof Usman Pelly, Rabu (6/7/22) seraya juga mengapresiasi Walikota Bobby yang merealisasikan keinginan banyak pihak itu.

Dikatakannya Gubernur Edy Rahmayadi telah lama memimpikan berjalannya revitalisasi Lapangan Merdeka. Bahkan Edy Rahmayadi, tahun 2022 menggelontorkan anggaran untuk revitalisasi Lapangan Merdeka Medan sebesar Rp100 miliar.

Usman pun mengapresiasi dukungan Gubernur pada revitalisasi Lapangan Merdeka ini.

Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) ini juga mengingatkan pembangunan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang akan diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ini harus sesuai dengan prinsip cagar budaya.

“Kalau revitalisasi itu diwujudkan atas dasar Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya, cagar budaya itu harus bisa terlihat dari tepi ke tepi (Lapangan Merdeka), tembus pandang tidak ada lagi gedung-gedung yang membuat orang tidak melihat bidang tepinya, trembesi di sana pun harus hidup subur, trembesi ini pun akan menghidupi burung-burung,” ujar Usman Pelly kepada wartawan di rumahnya Jalan Pelajar, Medan.

Selain itu, Usman Pelly yang juga pelaku sejarah menginginkan Lapangan Merdeka juga harus dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang bisa digunakan seluruh kalangan masyarakat. Lapangan Merdeka juga akan menjadi oase bagi masyarakat di tengah Kota Medan.

“Orang di sana bertemu muka, dan melihat satu sama lain, bertemu sebagai warga dan tidak sebagai secara hirarkis, mulai dari masyarakat biasa bisa bertemu pejabat,” kata Usman.

Selain itu, Usman menyebut Lapangan Merdeka akan menjadi situs kemerdekaan di Luar Jawa yang diresmikan Presiden Jokowi. Lapangan Merdeka memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di sanalah, kabar atau informasi mengenai kemerdekaan pertama kali disampaikan di Sumut khususnya Medan. Ia mengapresiasi Jokowi yang mau meresmikan revitalisasi Lapangan Merdeka.

“Dengan menjadi situs kemerdekaan, maka dia itu akan terangkat menjadi sebuah situs nasional yang tidak lagi terkait dengan situs daerah,” kata Usman, yang juga merupakan salah satu tokoh penggugat penetapan status Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya.

Sebagai informasi, Pengadilan Tinggi Medan memenangkan gugatan masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan untuk menetapkan Lapangan Merdeka Medan sebagai cagar budaya. Lantas Walikota Medan mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota nomor 433/28.K/X/2021 tentang bangunan, situs dan kawasan sebagai cagar budaya Kota Medan. SK tersebut menetapkan Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Gubsu Edy Rahmayadi Berada pada Posisi Strategis dalam Revitalisasi Lapangan Merdeka

MEDAN, DeliTimes.id – Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi berada pada posisi strategis dalam perjalanan panjang perjuangan banyak pihak  untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang akhirnya direalisasikan oleh Walikota Medan Bobby Nasution.

“Kita apresiasi keinginan pemimpin kita ini, ada kemauan dari Gubernur Edy untuk merevitalisasi Lapangan Merdeka,” kata antropolog Prof Usman Pelly, Rabu (6/7/22) seraya juga mengapresiasi Walikota Bobby yang merealisasikan keinginan banyak pihak itu.

Dikatakannya Gubernur Edy Rahmayadi telah lama memimpikan berjalannya revitalisasi Lapangan Merdeka. Bahkan Edy Rahmayadi, tahun 2022 menggelontorkan anggaran untuk revitalisasi Lapangan Merdeka Medan sebesar Rp100 miliar.

Usman pun mengapresiasi dukungan Gubernur pada revitalisasi Lapangan Merdeka ini.

Guru Besar Universitas Negeri Medan (Unimed) ini juga mengingatkan pembangunan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan, yang akan diresmikan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ini harus sesuai dengan prinsip cagar budaya.

“Kalau revitalisasi itu diwujudkan atas dasar Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya, cagar budaya itu harus bisa terlihat dari tepi ke tepi (Lapangan Merdeka), tembus pandang tidak ada lagi gedung-gedung yang membuat orang tidak melihat bidang tepinya, trembesi di sana pun harus hidup subur, trembesi ini pun akan menghidupi burung-burung,” ujar Usman Pelly kepada wartawan di rumahnya Jalan Pelajar, Medan.

Selain itu, Usman Pelly yang juga pelaku sejarah menginginkan Lapangan Merdeka juga harus dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau yang bisa digunakan seluruh kalangan masyarakat. Lapangan Merdeka juga akan menjadi oase bagi masyarakat di tengah Kota Medan.

“Orang di sana bertemu muka, dan melihat satu sama lain, bertemu sebagai warga dan tidak sebagai secara hirarkis, mulai dari masyarakat biasa bisa bertemu pejabat,” kata Usman.

Selain itu, Usman menyebut Lapangan Merdeka akan menjadi situs kemerdekaan di Luar Jawa yang diresmikan Presiden Jokowi. Lapangan Merdeka memiliki nilai sejarah yang tinggi. Di sanalah, kabar atau informasi mengenai kemerdekaan pertama kali disampaikan di Sumut khususnya Medan. Ia mengapresiasi Jokowi yang mau meresmikan revitalisasi Lapangan Merdeka.

“Dengan menjadi situs kemerdekaan, maka dia itu akan terangkat menjadi sebuah situs nasional yang tidak lagi terkait dengan situs daerah,” kata Usman, yang juga merupakan salah satu tokoh penggugat penetapan status Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya.

Sebagai informasi, Pengadilan Tinggi Medan memenangkan gugatan masyarakat kepada Pemerintah Kota Medan untuk menetapkan Lapangan Merdeka Medan sebagai cagar budaya. Lantas Walikota Medan mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota nomor 433/28.K/X/2021 tentang bangunan, situs dan kawasan sebagai cagar budaya Kota Medan. SK tersebut menetapkan Lapangan Merdeka sebagai cagar budaya. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *