MANDAILING NATAL, DELITIMES.ID — Nasib puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terlantar di Kota Medan setelah diduga mengalami persoalan dengan pihak Travel Sultan Andarus mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Menurut keterangan salah satu keluarga jemaah, mereka sebelumnya telah berkomunikasi dengan salah satu Anggota DPR RI Komisi VIII. Dalam komunikasi tersebut, jemaah mendapat informasi bahwa kerugian yang dialami jemaah dapat diganti oleh pemerintah.
Namun, informasi tersebut berubah setelah pihak Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendatangi para jemaah dan melakukan pengecekan terhadap legalitas Travel Sultan Andarus.
Berdasarkan keterangan yang diterima jemaah, travel tersebut disebut tidak terdaftar secara resmi. Kondisi itu kemudian membuat kerugian yang dialami para jemaah disebut tidak dapat diganti oleh pemerintah.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua GRIP Jaya Madina, Samsuddin, S.H., alias Buyung, menyayangkan dugaan tindakan pihak travel yang dinilai telah merugikan para jemaah.
Buyung meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas untuk menangani persoalan tersebut, termasuk mengamankan pimpinan travel guna dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita sangat menyayangkan kejadian seperti ini. Para jemaah sudah mengeluarkan biaya untuk melaksanakan ibadah, tetapi justru terlantar. Pemerintah dan kepolisian diharapkan segera mengambil tindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab,” ujar Buyung. Rabu (19/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih biro perjalanan umrah. Menurutnya, calon jemaah perlu memastikan legalitas dan izin resmi travel sebelum melakukan pembayaran atau mendaftarkan diri.
Samsuddin berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban akibat memilih travel yang legalitasnya tidak jelas.
“Kita berharap masyarakat lebih berhati-hati memilih travel. Pastikan travel tersebut memiliki izin resmi dan legalitas yang jelas, sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.
Sebelumnya, puluhan jemaah umrah asal Madina dikabarkan terlantar di Kota Medan setelah diduga mengalami persoalan dengan pihak Travel Sultan Andarus. Para jemaah kini berharap ada penyelesaian dan pertanggungjawaban atas biaya yang telah mereka keluarkan. (Red).





















