MEDAN, delitimes.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, mengapresiasi kegiatan santunan anak yatim yang digelar oleh Kolaborasi Belawan Berkah di Kecamatan Medan Belawan, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan sosial tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pengurus KBB, serta warga setempat. Dalam acara itu, KBB menyalurkan bantuan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.
Ketua KBB Belawan, Ustadz Zakaria, mengatakan santunan anak yatim merupakan agenda rutin yang bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu meringankan kebutuhan anak-anak yatim, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas antarwarga.
“Kami berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkolaborasi dan berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko Yudis Parlin Rajagukguk turut menyerahkan santunan secara langsung kepada para penerima manfaat bersama pengurus KBB. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan masyarakat di wilayah Belawan.
Ia menilai kepedulian terhadap anak yatim merupakan wujud nyata nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga. Menurutnya, budaya berbagi memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis.
“Saya mengapresiasi langkah KBB yang terus konsisten melaksanakan kegiatan sosial. Semoga semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” kata Eko.
Ia menambahkan, perhatian kepada anak-anak yatim tidak hanya diwujudkan melalui bantuan materi, tetapi juga melalui dukungan moral dan kasih sayang agar mereka dapat tumbuh dengan baik serta memiliki semangat dalam meraih masa depan.
Acara yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Selain penyerahan santunan, kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan harapan agar para penerima manfaat memperoleh keberkahan dan masa depan yang lebih baik. (ds)























