Ketua TPPS Tekankan Perlunya Penetapan Lokasi Desa/Kelurahan Prioritas Intervensi Stunting

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print
Ketua TPPS Kabupaten Samosir yang juga Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang mengatakan kondisi stunting di Kabupaten Samosir perlu perhatian khusus untuk menciptakan SDM yang berkualitas sesuai dengan Visi Misi Bupati/Wakil Bupati Samosir 2021-2026.

SAMOSIR, DELITIMES.ID – Ketua TPPS Kabupaten Samosir yang juga Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang mengatakan kondisi stunting di Kabupaten Samosir perlu perhatian khusus untuk menciptakan SDM yang berkualitas sesuai dengan Visi Misi Bupati/Wakil Bupati Samosir 2021-2026.

Hal ini disampaikan Wabup dalam Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (19/2/2024).

Melalui 8 aksi konvergensi yang sudah ditetapkan diharapkan kolaborasi seluruh stakeholder, dengan posisi di angka stunting 26,3 % seluruh stakeholder holder ditekankan dapat menyentuh kelompok sasaran prioritas yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0-59 bulan.

“Saya berharap melalui rakor tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Samosir 2024 menghasilkan out put penetapan desa/kelurahan yang menjadi prioritas intervensi untuk percepatan penurunan demi mewujudkan masyarakat Samosir yang sejahtera dan bermartabat secara ekonomi dan pendidikan,” kata Martua Sitanggang.

Ditambahkan dengan penentuan desa/kelurahan yang menjadi prioritas intervensi maka akan jelas target atau kebutuhan program yang akan dilaksanakan untuk penurunan stunting, sehingga untuk tahun 2024 target prevalensi stunting di Kabupaten Samosir dapat berada di vangka 17,14%.

Pelaksanaan Aksi 1 (analisis situasi) menjadi penting untuk perbaikan manajemen pelayanan bagi sasaran keluarga terhadap intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Delapan Aksi Konvergensi yang sudah ditetapkan antara lain, analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup tentang peran desa, pembinaan kader pembangunan manusia, sistim manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan.

Turut hadir pimpinan OPD Kabupaten Samosir, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Samosir, Tim PLKB se-Kabupaten Samosir dan tim penginput data Aksi Bangda pada beberapa OPD. (SMP)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ketua TPPS Kabupaten Samosir yang juga Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang mengatakan kondisi stunting di Kabupaten Samosir perlu perhatian khusus untuk menciptakan SDM yang berkualitas sesuai dengan Visi Misi Bupati/Wakil Bupati Samosir 2021-2026.

Ketua TPPS Tekankan Perlunya Penetapan Lokasi Desa/Kelurahan Prioritas Intervensi Stunting

SAMOSIR, DELITIMES.ID – Ketua TPPS Kabupaten Samosir yang juga Wakil Bupati Samosir Martua Sitanggang mengatakan kondisi stunting di Kabupaten Samosir perlu perhatian khusus untuk menciptakan SDM yang berkualitas sesuai dengan Visi Misi Bupati/Wakil Bupati Samosir 2021-2026.

Hal ini disampaikan Wabup dalam Rakor Tim Percepatan Penurunan Stunting di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (19/2/2024).

Melalui 8 aksi konvergensi yang sudah ditetapkan diharapkan kolaborasi seluruh stakeholder, dengan posisi di angka stunting 26,3 % seluruh stakeholder holder ditekankan dapat menyentuh kelompok sasaran prioritas yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0-59 bulan.

“Saya berharap melalui rakor tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Samosir 2024 menghasilkan out put penetapan desa/kelurahan yang menjadi prioritas intervensi untuk percepatan penurunan demi mewujudkan masyarakat Samosir yang sejahtera dan bermartabat secara ekonomi dan pendidikan,” kata Martua Sitanggang.

Ditambahkan dengan penentuan desa/kelurahan yang menjadi prioritas intervensi maka akan jelas target atau kebutuhan program yang akan dilaksanakan untuk penurunan stunting, sehingga untuk tahun 2024 target prevalensi stunting di Kabupaten Samosir dapat berada di vangka 17,14%.

Pelaksanaan Aksi 1 (analisis situasi) menjadi penting untuk perbaikan manajemen pelayanan bagi sasaran keluarga terhadap intervensi gizi spesifik dan sensitif.

Delapan Aksi Konvergensi yang sudah ditetapkan antara lain, analisis situasi, rencana kegiatan, rembuk stunting, perbup tentang peran desa, pembinaan kader pembangunan manusia, sistim manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, dan review kinerja tahunan.

Turut hadir pimpinan OPD Kabupaten Samosir, para camat, kepala puskesmas se-Kabupaten Samosir, Tim PLKB se-Kabupaten Samosir dan tim penginput data Aksi Bangda pada beberapa OPD. (SMP)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *