Ilustrasi (foto/ist)

PDIP nggak Merasa Kaget Posisi Kedua pada Survei Poltracking Indonesia

JAKARTA, DELITIMES.ID – PDI Perjuangan (PDIP) mengaku tidak kaget dengan hasil survei Poltracking Indonesia, yang menempatkan mereka pda posisi kedua. Hal ini disampaikan Ketua DPP PDIP Said Abdullah menanggapi hasil survei tersebut.

Sebagaimana diketahui, survei Poltracking menempatkan Partai Gerindra di posisi paling kuat, mengungguli PDIP dan Partai Golkar.

Said lebih fokus menyoroti perbedaan hasil survei yang menurutnya berubah dalam waktu singkat. Dia mengatakan hasil survei dua pekan sebelumnya menunjukkan selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP tak terlalu jauh.

“Dua minggu yang lalu surveinya selisihnya ada 2,21 Gerindra, 17, hampir, 16,7 PDIP Perjuangan. Tiba-tiba tiga minggu kemudian PDIP Perjuangan tinggal 11%, Gerindra naik. Entar minggu depan Gerindra 27, PDIP 8%. Empat bulan lagi terus-menerus dimainkan surveinya,” kata Said di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dikutip dari Detik, Jumat (25/9/2026).

“Ya biasalah yang kayak gitu. Nggak usah kaget kita,” sambungnya.

Said mengatakan hasil survei tidak akan membuat PDIP lengah. Dia menegaskan partainya akan tetap bekerja menghadapi kontestasi politik mendatang.

“Yang terpenting bagi PDIP Perjuangan terus jangan apa ya jangan lengah kita berjuang dan insyaallah kita akan menang,” tuturnya.

Hasil Survei

Sebelumnya, Poltracking Indonesia menggelar survei nasional mengenai elektabilitas partai politik. Survei menunjukkan Partai Gerindra di posisi paling kuat, mengungguli PDIP dan Partai Golkar.

Survei ini dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka. Survei dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Ada pun lima besar hasil survei Poltracking Indonesia adalah:

  1. Partai Gerindra 23,2%
  2. PDI Perjuangan 11,6%
  3. Partai Golkar 10,4%
  4. PKB 6,2%
  5. Partai Demokrat 6,1%

Kemudian yang di luar lima besar adalah: Partai NasDem 4,4%, PAN 3,4%, PKS 3,3%, PSI 2,3%, PPP 1,9%, Perindo 0,6%, Partai Buruh 0,5%, Partai Hanura 0,3%, Partai Ummat 0,1%, PBB 0,1%, Partai Garuda 0,1%, PKN 0,1%, dan Partai Gelora 0,1%.

Sedangkan yang menjawab tidak tahu atau tidak jawab sebesar 25,3%. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini