PAKPAK BHARAT, DELITIMES.ID – Pemkab Pakpak Bharat melaksanakan kesepakatan kerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIP UGM) tentang Penyusunan Dokumen RPJPD Pakpak Bharat 2025-2045.
Juga Kesepakatan Kerja Sama tentang Penyusunan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pakpak Bharat.
Berlangsung di Aula Bale Sada Arih kompleks Panorama Indah Sindeka, Kamis (6/7/2023).
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor diwakili Sekda Jalan Berutu SPd MM membuka ‘Orientasi Penyusunan Rancangan Awal RPJPD Kabupaten Pakpak Bharat Tahun 2025-2045’.
Pelaksanaan orientasi ini bisa lebih cermat, terintegratif, serta harus mampu menjawab permasalahan strategis dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Pusat dan daerah secara tepat untuk membuat perencanaan yang baik pada 20 tahun ke depan.
“Dua tahun ke depan, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Pakpak Bharat Tahun 2005-2025 akan berakhir. Maka kita sudah harus menyusun kembali RPJPD selanjutnya dimulai tahun 2023 yang kita mulai hari ini,” pesan tertulis Bupati yang disampaikan Sekretaris Daerah.
Guna mempercepat dan memaksimalkan proses penyusunan rancangan awal ini, Pemkab Pakpak Bharat menggandeng tim penyusun dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
“Kita patut berbangga hati karena kita dibantu oleh tim penyusun dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta yang dapat membimbing kita menghasilkan dokumen Perencanaan RPJPD yang konkrit dan tepat sasaran,” katanya.
Berpedoman pada arah kebijakan pembangunan nasional, pembangunan ekonomi menjadi kata kunci yang tidak pernah terlewatkan dalam dokumen perencanaan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pembangunan ekonomi perlu ditingkatkan.
“Maka kita harus mengangkat perioritas pembangunan Kabupaten Pakpak Bharat untuk peningkatan ekonomi kerakyatan dan pengembangan, potensi sumber daya ekonomi dan investasi daerah menuju kesejahteraan masyarakat, pemerataan kwalitas sarana dan prasarana wilayah, pelestarian lingkungan hidup dan pemantapan kwalitas sumber daya manusia yang berdaya saing,” ujarnya mengakhiri. (ALY)
























