PANYABUNGAN, DELITIMES.ID – RSUD Panyabungan menganggarkan Rp1.433.157.251 dari dana BLUD 2026 untuk belanja modal peralatan dan mesin. Total ada 14 paket pengadaan mulai dari ventilator, defibrillator, hingga mesin laminating dan kursi eselon 4.
Ditengah masih banyaknya keluhan pasien mulai dari antrian di IGD, pelayanan dan bahkan sampai ada pasien yang tak dapat jatah kamar masih menjadi pemandangan biasa.
Dari 14 paket, belanja alat medis gawat darurat mendominasi seperti Ventilator 2 unit Rp452.436.000 , Defibrillator 1 unit Rp145.800.000 , Auto Refkeratometer 1 unit Rp158.050.274 , Mesin RO 1 unit Rp250.000.000, Patient Monitor 2 unit Rp110.556.000, EKG 1 unit Rp54.993.600 , Infusion Pump 2 unit Rp57.347.680 dan Syringe Pump 2 unit Rp44.603.520.
Selain itu belanja media untuk TLD Badge 10 unit + TLD Mata 10 unit Rp123.660.000 , Trolly Emergency 1 unit Rp13.810.177 . Total 10 paket alat medis senilai Rp1.411.257.251.
Selain alat medis, RSUD Madina juga anggarkan barang non-medis seperti Meja kerja 8 unit Rp12.400.000, Kursi eselon 4 sebanyak 5 unit Rp7.750.000, Mesin laminating 1 unit Rp1.750.000
Belanja Rp.1,43 miliar anggaran BLUD RSUD Panyabungan dinilai akan mubazzir apabila tidak dibarengi perbaikan sistem.
Fakta di lapangan. Banyak kasus temuan protes pasien karena pelayanan yang kurang meski alat lengkap.
Rekomendasi Pansus DPRD Madina dalam sidang paripurna rekomendasi LKPJ tahun 2025 yang berlangsung Senin 4/5/2026 sendiri menyebut DPRD meminta pemerintah daerah segera mengoptimalkan pelayanan di RSUD Panyabungan. Peningkatan pelayanan mencakup profesionalisme tenaga medis, penataan parkir, kebersihan lingkungan rumah sakit, serta memastikan ketersediaan air bersih bagi pasien dan pengunjung.
Hingga berita ini tayang, belum ada jawaban soal urgensi 14 paket dan korelasinya dengan perbaikan layanan. (RED)















