MEDAN, DELITIMES.ID– Dewan Pimpinan Daerah Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Karya Nasional Sumatra Utara (DPD SAPMA PKN Sumut) mengeluarkan pernyataan sikap keras terkait situasi nasional hari ini. Sebagai wadah intelektual muda yang berbasis massa militan, SAPMA PKN Sumut menilai kondisi sosio-ekonomi bangsa saat ini sedang berada dalam titik yang sangat tidak baik-baik saja.
Sikap tegas ini diambil setelah mencermati jeritan masyarakat di berbagai daerah di Sumatra Utara yang kian terjepit oleh dua hantaman ekonomi utama: melambungnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta terus merosotnya nilai tukar rupiah.
Badai Ekonomi yang Mencekik Akar Rumput
Bagi SAPMA Pemuda Karya Nasional Sumut, kenaikan BBM dan pelemahan rupiah bukan sekadar angka di berita, melainkan hantaman nyata yang langsung memukul kehidupan sehari-hari masyarakat bawah—mulai dari supir angkot, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM.
Efek Domino BBM: Kenaikan harga BBM langsung memicu lonjakan biaya transportasi dan logistik. Dampaknya, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional di Sumut ikut meroket dan tak terkendali.
Rupiah Melemah, Lapangan Kerja Terancam: Terpuruknya nilai tukar rupiah membuat biaya produksi industri membengkak. Jika terus dibiarkan, ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akan mengintai, yang pada akhirnya menambah angka pengangguran di kalangan generasi muda.
Satu Barisan, Satu Jiwa Bersama Rakyat
“Pemuda Karya Nasional lahir dan besar di tengah-tengah masyarakat. Hari ini, kami di SAPMA PKN Sumut mendengar langsung bagaimana keluhan masyarakat di akar rumput. Di saat harga BBM naik dan rupiah melemah, daya beli masyarakat hancur. Kami tidak akan tinggal diam melihat kondisi ini. Pemerintah harus segera mengambil tindakan nyata, jangan biarkan rakyat berjuang sendiri!” tegas kader DPD SAPMA PKN Sumut dalam konsolidasi di Medan.
SAPMA PKN Sumut mengingatkan pemerintah bahwa kebijakan yang diambil di tingkat pusat jangan sampai mengorbankan kesejahteraan daerah, khususnya Sumatra Utara yang memiliki mobilitas ekonomi tinggi.
Tuntutan Nyata DPD SAPMA PKN Sumut
Sebagai organisasi pemuda yang berkomitmen pada karya dan aksi nyata, DPD SAPMA PKN Sumut mendesak pemerintah untuk Kendalikan Harga Bahan Pokok, Menuntut pemerintah daerah dan pusat melakukan intervensi pasar secara masif untuk menahan lonjakan harga sembako akibat efek berantai kenaikan BBM.
Evaluasi Subsidi Energi. Memastikan agar skema kebijakan energi benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan pekerja sektor informal, bukan justru membebani mereka.
Tingkatkan Lapangan Kerja Lokal .
Mendesak adanya stimulus ekonomi untuk UMKM di Sumut agar tetap bertahan di tengah gempuran melemahnya rupiah.
Militansi Pemuda untuk Rakyat:
DPD SAPMA Pemuda Karya Nasional (PKN) Sumatra Utara menegaskan akan terus merapatkan barisan, melakukan konsolidasi internal, dan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal serta menyuarakan aspirasi masyarakat Sumut. Bagi SAPMA PKN, membela kepentingan rakyat adalah harga mati (RED)















