Syahnia Ramadhany, Gak Nyangka Bisa Meraih Medali Emas

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Syahnia Ramadhany, itulah nama gadis kecil yang saat ini mulai beranjak dewasa. Dan tilik punya tilik, ternyata dia seorang atlet wushu masa depan Sumatera Utara kedepan.

Sebab sejak usia 8 tahun, Syahnia sudah mulai menggeluti cabor wushu lewat ibu yang juga merupakan atlet nasional dan internasional. Dan dari ikut-ikut ibundanya berlatih, Syahnia Ramadhani yang saat ini menuntut ilmu di sekolah swata SD IT Alip mulai ikut kejuaraan daerah pada tahun 2020 lalu lewat vitual karena saat itu dunia lagi dilanda wabah Covid 19.

“Di event tersebut, saya hanya meraih peringkat lima, sebab ajang itu saya dijadikan sebagai awal untuk menguji mental tanding,” katanya saat ditemui di Medan, Rabu (28/9/2022).

Namun karena terus dikasi semangat baik dari kedua orang dan seluruh keluarga serta tetangga, maka Syahnia kembali mencoba ikut lagi di event berikutnya. Untuk itulah anak pertama dari dua bersaudara hasil pasangan Kopda Yudiantoro dan Dwi Arimbi sangat ingin membuktikan diri bisa meraih prestasi maksimal.

“Awak terus dikasi semangat sama keluarga khususnya ayah dan mamak yang mengatakan, kalau ingin banyak teman dan jalan-jalan keseluruh Indonesia bahkan luar negeri harus punya prestasi membanggakan,” ucap gadis berkulit coklat kelahiran 18 Agustus 2011 silam tersebut.

Dan pada tahun 2022 awal, ia kembali ikut Kejurnas Junior serta diajang itu, Syahnia berhasil mendapat medali perak. Setelah itu, Syahnia yang menimba ilmu disekolah agama Islam ini semakin rajin berlatih lima kali seminggu bersama ibunda di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) yang berlamat di Jalan Pelaju Medan di bawah arahan pelatih Harianto.

“Saya sangat berterima kasih kepada pelatih yang membuat saya bisa meraih medali emas. Apalagi pak Harianto merupakan mantan atlet wushu nasiomal dari daerah ini,” ucap Syahnia yang sejak usia 10 tahun sudah ikut event Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan membela Kec Medan Polonia dengan raihan medali emas.

Saat ditanya mengenai keluarga dan sekolah serta tetangga, Syahnia kembali mengatakan, sangat mendukung. Apalagi ibunda yang sekarang bertugas sebagai ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara juga seorang atlef wushu yang sudah banyak mengikuti event daerah, nasional bahkan internasional.

Sementara ibunda Syahnia, Dwi Arimbi yang sama dengan Syahnia mengatakan, sangat bangga putri pertamanya bisa meraih medali emas di Kejurnas Junior yang dilangsungkan di Graha Unesa Surabya 16-22 September 2022 kemarin.

“Saya gak nyangka dia bisa meraih medali emas dari nomor tanding Toulo katagori Nanquan C putri. Padahal anaknya jarang mau serius. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah atlet tuan rumah,” katanya serius.

Makanya Dwi menambahkan, mudah- mudahan anak saya terpilih nantinya memperkuat Sumut dievent Kejuaraan Dunia oleh Pengprov WI Sumut di bawah arahan bapak Darsen Song.

“Kenapa saya berharap, selain untuk menambah jam terbang bagi anak saya, perhatian dari pak Darsen juga bisa memicu semangat para atlet junior wushu daerah ini, sehingga kesempatan terbuka lebar,” pungkas Dwi mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syahnia Ramadhany, Gak Nyangka Bisa Meraih Medali Emas

MEDAN, DELITIMES.ID – Syahnia Ramadhany, itulah nama gadis kecil yang saat ini mulai beranjak dewasa. Dan tilik punya tilik, ternyata dia seorang atlet wushu masa depan Sumatera Utara kedepan.

Sebab sejak usia 8 tahun, Syahnia sudah mulai menggeluti cabor wushu lewat ibu yang juga merupakan atlet nasional dan internasional. Dan dari ikut-ikut ibundanya berlatih, Syahnia Ramadhani yang saat ini menuntut ilmu di sekolah swata SD IT Alip mulai ikut kejuaraan daerah pada tahun 2020 lalu lewat vitual karena saat itu dunia lagi dilanda wabah Covid 19.

“Di event tersebut, saya hanya meraih peringkat lima, sebab ajang itu saya dijadikan sebagai awal untuk menguji mental tanding,” katanya saat ditemui di Medan, Rabu (28/9/2022).

Namun karena terus dikasi semangat baik dari kedua orang dan seluruh keluarga serta tetangga, maka Syahnia kembali mencoba ikut lagi di event berikutnya. Untuk itulah anak pertama dari dua bersaudara hasil pasangan Kopda Yudiantoro dan Dwi Arimbi sangat ingin membuktikan diri bisa meraih prestasi maksimal.

“Awak terus dikasi semangat sama keluarga khususnya ayah dan mamak yang mengatakan, kalau ingin banyak teman dan jalan-jalan keseluruh Indonesia bahkan luar negeri harus punya prestasi membanggakan,” ucap gadis berkulit coklat kelahiran 18 Agustus 2011 silam tersebut.

Dan pada tahun 2022 awal, ia kembali ikut Kejurnas Junior serta diajang itu, Syahnia berhasil mendapat medali perak. Setelah itu, Syahnia yang menimba ilmu disekolah agama Islam ini semakin rajin berlatih lima kali seminggu bersama ibunda di Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (YKWI) yang berlamat di Jalan Pelaju Medan di bawah arahan pelatih Harianto.

“Saya sangat berterima kasih kepada pelatih yang membuat saya bisa meraih medali emas. Apalagi pak Harianto merupakan mantan atlet wushu nasiomal dari daerah ini,” ucap Syahnia yang sejak usia 10 tahun sudah ikut event Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan membela Kec Medan Polonia dengan raihan medali emas.

Saat ditanya mengenai keluarga dan sekolah serta tetangga, Syahnia kembali mengatakan, sangat mendukung. Apalagi ibunda yang sekarang bertugas sebagai ASN di Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Utara juga seorang atlef wushu yang sudah banyak mengikuti event daerah, nasional bahkan internasional.

Sementara ibunda Syahnia, Dwi Arimbi yang sama dengan Syahnia mengatakan, sangat bangga putri pertamanya bisa meraih medali emas di Kejurnas Junior yang dilangsungkan di Graha Unesa Surabya 16-22 September 2022 kemarin.

“Saya gak nyangka dia bisa meraih medali emas dari nomor tanding Toulo katagori Nanquan C putri. Padahal anaknya jarang mau serius. Apalagi, lawan yang dihadapi adalah atlet tuan rumah,” katanya serius.

Makanya Dwi menambahkan, mudah- mudahan anak saya terpilih nantinya memperkuat Sumut dievent Kejuaraan Dunia oleh Pengprov WI Sumut di bawah arahan bapak Darsen Song.

“Kenapa saya berharap, selain untuk menambah jam terbang bagi anak saya, perhatian dari pak Darsen juga bisa memicu semangat para atlet junior wushu daerah ini, sehingga kesempatan terbuka lebar,” pungkas Dwi mengakhiri. (dimitri)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *