Ilustrasi (foto/ist)

Tak Hargai RI, Ekspor Gas Negara Tetangga Bakal Distop…!

JAKARTA, DELITIMES.ID – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, mengutarakan wacana penghentian ekspor gas ke negara tetangga.

Bahlil mengatakan, wacana ini muncul dengan mempertimbangkan isu ketahanan energi nasional, di tengah kondisi dinamika geopolitik dunia yang masih panas. Juga, sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto di mana Indonesia sekarang berada dalam kondisi harus bertahan (survival).

“Ya memang harus survival, kita sebagai pejabat negara, Bapak Presiden sebagai Presiden, pasti apa yang disampaikan Presiden, semua kementerian mampu menjabarkan dalam konteks menuju survival,” ungkap Bahlil, dikutip, Selasa (27/10/2026).

“Jadi kalau negara lain ada pandangan lain untuk kita, hati-hati. Saya juga mungkin memikirkan untuk gas saya tidak perpanjang untuk ekspor ke negara tetangga. Karena harus survival kan? Harus penuhi kebutuhan dalam negeri,” pungkasnya.

Bahlil menyebut, akan ada penghitungan ulang terhadap porsi ekspor gas guna mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri. Pemerintah menyiapkan penataan ulang angka ekspor gas ini untuk mendukung pasokan bahan baku industri hilirisasi petrokimia nasional.

Ia memaparkan bahwa saat ini Indonesia masih mengekspor sebesar 30% dari total produksi gas nasional, sementara 70% sisanya untuk konsumsi domestik.

“Ekspor (gas) kita kalau migas kan total produksi kita 100%, itu masih ada kurang lebih sekitar 30% yang kita ekspor. 70%-nya itu untuk konsumsi domestik, termasuk di dalamnya adalah untuk produk bahan baku hilirisasi,” ungkap Bahlil.

Pihaknya akan menyusun skema evaluasi alokasi pasokan gas agar porsi untuk industri dalam negeri dapat ditingkatkan. Langkah penyesuaian porsi ekspor gas tersebut fokus untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi pengembangan sektor hilirisasi.

“Nah ke depan, saya akan mencoba untuk melakukan exercise ulang agar mengoptimalkan untuk konsumsi dalam negeri, termasuk di dalamnya bahan baku. Karena ke depan kita mendorong kan industri hilirisasi di petrokimia. Bahan bakunya adalah gas,” tandasnya. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini