Terlibat Vidio Asusila, Langkah Gerindra Lakukan PAW terhadap Siti Suciati Sudah Tepat

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

MEDAN, DELITIMES.ID – Anggota DPRD Medan Siti Suciati diketahui sudah dipecat Partai Gerindra dan sudah diputuskan untuk dilakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dirinya.

“Ya benar (pemecatan Suci). Tahapan kasus kemarin yang melanggar kode etik,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Ihwan Ritonga seperti dilansir detik.com, Kamis (29/9/2022).

Namun hingga saat ini, PAW terhadap Siti Suciati belum juga dilakukan. Kenapa?

Ihwan Ritonga yang dikonfirmasi wartawan mengatakan surat PAW dari DPP Partai Gerindra sudah disampaikannya ke DPRD Medan.

“Surat PAW-nya sudah dikirimkan ke DPRD, langsung ke Ketua DPRD Medan, Pak Hasyim,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Medan ini mengklaim bahwa PAW Suci belum dapat diproses karena yang bersangkutan mengajukan gugatan ke PN Medan.

“Proses PAW bisa dilakukan kalau sudah inkrah putusan pengadilan. Sifat sidang itu biasanya cepat,” tuturnya.

Praktisi hukum Jordan Sitepu SH mengatakan, gugatan ke PN Medan yang dilayangkan Siti Suciati terhadap keputusan partai itu memang merupakan hak individunya, karena setiap warga negara dijamin haknya dalam meminta keadilan.

Namun yang disorotinya, agar ke depan seorang anggota dewan harus lebih berhati-hati agar tidak terjerumus ke persoalan hukum, apalagi ini terkait kasus asusila.

“Soal langkah yang diambil partai dengan memecatnya sudah tepat, karena partai ingin menjaga suara di Pemilu berikutnya, partai tentu ingin menghindari tanggapan negatif dari masyarakat atas kadernya,” kata Jordan.

Sebelumnya pengamat sosial politik, OK Hafifuddin mengatakan, Partai Gerindra tidak perlu mempertahankan anggota dewan yang sudah terbukti cacat moral, karena bakal mencoreng citra partai keseluruhan.

“Bakal jadi imej dan preseden buruk di masyarakat, jika Gerindra atau DPRD Medan masih menunda-nunda PAW Siti Suciati. Karena dengan kisruh ini yang bakal rugi masyarakat juga, keterwakilannya tidak bisa bekerja optimal karena mengurusi kasus pribadi,” ucap Ketua Rembug Anak Deli (Radel) Kota Medan ini.

Ramai diberitakan media awal tahun lalu, Suci Suciati tersandung kasus video porno mirip dirinya, yang akhirnya diakui bahwa pemeran wanita yang telanjang di vidio tersebut memang dia.

Namun Siti Suciati beralasan, saat itu dia diperdaya seorang lelaki yang baru dikenalnya di medsos, yang merekam aksi VCS mereka untuk memeras dirinya. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terlibat Vidio Asusila, Langkah Gerindra Lakukan PAW terhadap Siti Suciati Sudah Tepat

MEDAN, DELITIMES.ID – Anggota DPRD Medan Siti Suciati diketahui sudah dipecat Partai Gerindra dan sudah diputuskan untuk dilakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dirinya.

“Ya benar (pemecatan Suci). Tahapan kasus kemarin yang melanggar kode etik,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Medan, Ihwan Ritonga seperti dilansir detik.com, Kamis (29/9/2022).

Namun hingga saat ini, PAW terhadap Siti Suciati belum juga dilakukan. Kenapa?

Ihwan Ritonga yang dikonfirmasi wartawan mengatakan surat PAW dari DPP Partai Gerindra sudah disampaikannya ke DPRD Medan.

“Surat PAW-nya sudah dikirimkan ke DPRD, langsung ke Ketua DPRD Medan, Pak Hasyim,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Medan ini mengklaim bahwa PAW Suci belum dapat diproses karena yang bersangkutan mengajukan gugatan ke PN Medan.

“Proses PAW bisa dilakukan kalau sudah inkrah putusan pengadilan. Sifat sidang itu biasanya cepat,” tuturnya.

Praktisi hukum Jordan Sitepu SH mengatakan, gugatan ke PN Medan yang dilayangkan Siti Suciati terhadap keputusan partai itu memang merupakan hak individunya, karena setiap warga negara dijamin haknya dalam meminta keadilan.

Namun yang disorotinya, agar ke depan seorang anggota dewan harus lebih berhati-hati agar tidak terjerumus ke persoalan hukum, apalagi ini terkait kasus asusila.

“Soal langkah yang diambil partai dengan memecatnya sudah tepat, karena partai ingin menjaga suara di Pemilu berikutnya, partai tentu ingin menghindari tanggapan negatif dari masyarakat atas kadernya,” kata Jordan.

Sebelumnya pengamat sosial politik, OK Hafifuddin mengatakan, Partai Gerindra tidak perlu mempertahankan anggota dewan yang sudah terbukti cacat moral, karena bakal mencoreng citra partai keseluruhan.

“Bakal jadi imej dan preseden buruk di masyarakat, jika Gerindra atau DPRD Medan masih menunda-nunda PAW Siti Suciati. Karena dengan kisruh ini yang bakal rugi masyarakat juga, keterwakilannya tidak bisa bekerja optimal karena mengurusi kasus pribadi,” ucap Ketua Rembug Anak Deli (Radel) Kota Medan ini.

Ramai diberitakan media awal tahun lalu, Suci Suciati tersandung kasus video porno mirip dirinya, yang akhirnya diakui bahwa pemeran wanita yang telanjang di vidio tersebut memang dia.

Namun Siti Suciati beralasan, saat itu dia diperdaya seorang lelaki yang baru dikenalnya di medsos, yang merekam aksi VCS mereka untuk memeras dirinya. (ehm)

Bagikan :

Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email
Share on print

Related Posts

Berita Terkini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *