PAKPAK BHARAT, DELITIMES.ID – Sejumlah demonstran menduduki halaman Gedung DPRD Pakpak Bharat. Massa mengatasnamakan Gabungan Masyarakat Pakpak Bharat (GMPB), berunjuk rasa di hadapan para legislator Pakpak Bharat, Kamis (9/11/2023).
Pengunjukrasa menyuarakan dan meminta janji DPRD Pakpak Bharat atas tuntutannya pada beberapa hari yang lewat.
Para demonstran kemudian diterima langsung oleh Ketua DPRD Pakpak Bharat didampingi 9 anggota DPRD.
Di hadapan para anggota DPRD, orator aksi, Salman Berutu, Zulkarnain Berutu, Pildo Junifer Sinamo, Judika Banurea, dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan kepada DPRD.
Salah satunya terkait rasa kecewa masyarakat karena belum dibongkarnya kandang ayam mirip miniatur Rumah Adat Pakpak yang dipajang di depan kantor bupati. Kemudian kecewa karena belum ada pembatalan pembelian mobil dinas bupati dan mobil dinas camat.
Pengunjuk rasa juga kembali meminta kepada aparat penegak hukum untuk tidak main-main dalam menangani sejumlah laporan masyarakat. Di antaranya terkait adanya dugaan penyelewengan uang negara, pengadaan pengering jagung TA 2021 bernilai Rp1,7 miliar. Di mana saat ini Polres Pakpak Bharat telah menangani kasusnya.
“Kami minta Polres Pakpak Bharat jangan main-main dalam hal menangani pengering jagung ini. Menangani korupsi, polisi tidak boleh diintervensi pihak mana pun,” kata Salman.
Ketua DPRD Pakpak Bharat Hotma Ramles Tumangger menjelaskan kepada para demonstran, terkait pembelian mobil dinas bupati dan camat masih dalam tahap pembahasan pada komisi-komisi.
“Di dalam pembahasan tersebut nantinya akan kami laksanakan musyawarah mufakat untuk membuat keputusan,” tegas Hotma.
Selanjutnya peserta demonstran berjalan menuju Kantor Bupati bersama-sama dengan Ketua DPRD untuk menyisir kandang ayam yang jadi sorotan, dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisan. (ALY)
























