MEDAN – Anggota Komisi IV DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Datuk Iskandar Muda, A.Md, mendesak Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan lembaga terkait untuk duduk bersama merespons ancaman abrasi sungai yang semakin nyata sebagai dampak bencana hidrometeorologi di Kota Medan.
“Hari ini kita menyaksikan langsung dampak bencana hidrometeorologi, di mana pemukiman warga yang berada di pinggir sungai terancam oleh abrasi air sungai,” ujar Datuk saat berbicara kepada wartawan di Medan, Minggu (1/12).
Hal itu dikatakannya setelah mengunjungi kawasan Kampung Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, yang kini menghadapi ancaman serius akibat abrasi. Menurut Datuk, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama untuk segera ditemukan solusi yang konkret agar dampaknya tidak semakin meluas di masa mendatang.
“Bencana hidrometeorologi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan kondisi Kota Medan. Ancaman abrasi sungai, seperti yang terjadi di Sungai Belawan, adalah contoh nyata yang membutuhkan langkah serius untuk melindungi masyarakat,” jelasnya.
Beberapa kecamatan lain di Medan juga dinilai memiliki potensi besar terkena dampak abrasi sungai jika tidak segera ditangani.
“Kasus abrasi ini harus direspons dengan cepat. Di beberapa kawasan seperti Medan Johor, Sunggal, Polonia, Denai, Labuhan, dan lainnya, kondisi serupa juga mengintai. Jika dibiarkan, persoalan akan menjadi lebih kompleks di masa depan,” tambah Datuk.
Ia menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan pusat, serta lembaga terkait seperti Balai Wilayah Sungai dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Pemerintah kota, provinsi, dan pusat, bersama lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan sungai dan infrastruktur, harus menyamakan persepsi dan duduk bersama untuk mencari solusi yang dapat segera diimplementasikan,” tegasnya.
Selain di Medan Sunggal, Datuk juga mengunjungi sejumlah kawasan lain di Kota Medan, seperti Medan Denai, Maimun, Labuhan, Johor, dan Polonia, yang terdampak bencana hidrometeorologi.
“Kami mendengar langsung keluhan masyarakat tentang kebutuhan air bersih, listrik pascabanjir, dan pembersihan lumpur di beberapa lingkungan, seperti di Medan Maimun, Labuhan, Johor, dan Sunggal. Semua aspirasi ini akan terus kami koordinasikan dengan dinas terkait agar segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (ds)




















