Ilustrasi (foto/ist)

Di Tengah Kondisi Global, Rupiah dan Harga Minyak Masih Tertekan

JAKARTA, DELITIMES.ID – Tekanan global masih terasa terhadap perekonomian dunia, termasuk ke Indonesia. Di dalam negeri, nilai tukar Rupiah masih bergerak fluktuatif.

Pada penutupan perdagangan, Jumat (4/9/2026), Rupiah berada di level Rp17.642 per Dolar AS. Posisi tersebut menguat tipis dibandingkan pembukaan perdagangan Senin (31/8/2026) yang berada di level Rp17.748 per dolar AS.

Tekanan juga datang dari harga minyak dunia yang terus bergerak naik seiring meningkatnya ketegangan geopolitik. Saat ini, harga minyak dunia masih berada di kisaran 90-100 dolar AS per barel.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menjelaskan, pergerakan nilai tukar pada dasarnya dipengaruhi keseimbangan antara pasokan dan permintaan valuta asing. Semakin besar pasokan valuta asing, peluang Rupiah menguat semakin terbuka. Sebaliknya, meningkatnya permintaan dolar AS dapat memberikan tekanan terhadap Rupiah.

“Kalau kita bicara nilai tukar, itu sama seperti berbicara supply demand ya,” kata Filianingsih dalam Lampung Financial Festival 2026, dikutip dari tangselpos, Selasa (8/9/2026).

Menurut dia, pasokan valuta asing antara lain berasal dari kegiatan ekspor dan investasi asing. Arus modal masuk atau inflow, seperti ketika investor asing membeli surat berharga Indonesia atau menanamkan modal di dalam negeri, juga dapat meningkatkan pasokan valuta asing.

Sebaliknya, permintaan dolar AS meningkat ketika Indonesia melakukan impor barang maupun jasa. Arus dana keluar atau outflow juga dapat meningkatkan kebutuhan terhadap valuta asing.

Selain faktor pasokan dan permintaan, Filianingsih menyebut kondisi fundamental ekonomi serta sentimen global turut memengaruhi pergerakan Rupiah.

Ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga minyak sekaligus memberikan tekanan terhadap nilai tukar.

“Pada saat ada perang di Timur Tengah, minyaknya naik, maka harga dolar AS juga akan meningkat,” paparnya.

Filianingsih menjelaskan, nilai tukar merupakan harga mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lain. Karena itu, perubahan pasokan dan permintaan terhadap dolar AS akan turut menentukan arah pergerakan Rupiah. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini