JAKARTA, DELITIMES.ID – Prospek perekonomian global masih belum jelas. Hal itu disebabkan oleh perang hingga gejolak harga komoditas yang membuat ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan, masih tinggi.
“Propek ekonomi global lemah disertai ketidakpastian pasar keuangan dipengaruhi intensitas perang di Timur Tengah,” kata Pejabat Sementara Gubernur BI Destry Damayanti, saat konferensi pers, dikutip dari CNBC, Kamis (27/8/2026).
Destry mengatakan, tekanan ekonomi global juga masih akan disebabkan inflasi yang di kisaran atas 3% hingga 4,5% pada 2026.
Tekanan inflasi yang tinggi membuat bank sentral berbagai negara maju, khususnya AS berpotensi untuk terus mengerek kebijakan suku bunga acuannya.
“Fed Fund Rate kami perkirakan naik pada kuartal IV,” ucap Destry. (REL)



















