Bendera Iran (foto/ist)

Ultimatum Iran: Ikut Perang Ekonomi AS, Siap Jadi Musuh…!

TEHERAN, DELITIMES.ID – Perang ekonomi yang diwacanakan oleh Amerika Serikat mendapat reaksi keras dari Iran, menjadikan ketegangan antara kedua negara pun, kembali memanas.

Terakhir, Iran melontarkan peringatan keras kepada negara-negara lain agar tidak ikut terlibat dalam perang ekonomi yang digencarkan Washington.

Teheran bahkan menyatakan negara mana pun yang ikut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan dipandang sebagai musuh.
Peringatan tersebut disampaikan sebagai respons atas ancaman sanksi ekonomi terbaru Amerika Serikat.

Washington diketahui tengah mendorong sejumlah sekutunya untuk bergabung dalam kampanye yang bertujuan mengisolasi perekonomian Iran. Langkah tersebut berlangsung ketika konflik antara AS dan Iran terus berlanjut dan mendekati bulan keenam.

“Kami menyatakan kepada semua negara… jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat,” ujar Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezai, melalui televisi pemerintah, seperti dilansir AFP, dikutip dari radarnonstop.com, Selasa (25/8/2026).

“Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh,” tegasnya.

Ancaman Iran tak berhenti di situ. Rezai mengatakan negara-negara yang memilih tetap mengikuti langkah Amerika Serikat dan tidak menjauhkan diri dapat menghadapi tindakan yang merugikan kepentingan mereka.

Iran juga memberi sinyal bahwa respons berikutnya bisa menyasar kepentingan ekonomi Amerika Serikat.

“Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, namun jika mereka ingin menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap kami, Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami akan menyerang perusahaan-perusahaan tersebut,” ancam Rezai.

Ia bahkan menggambarkan kemungkinan respons Iran sebagai sesuatu yang sangat besar.

Pernyataan tersebut membuat ketegangan di kawasan semakin tinggi. Iran kini menempatkan ancaman sanksi ekonomi sebagai bagian dari konflik yang lebih luas dengan Amerika Serikat, sekaligus memperingatkan negara lain agar tidak ikut terseret ke dalam konfrontasi tersebut. (REL)

Bagikan :

Related Posts

Berita Terkini